telusur.co.id – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Hamdan Zoelva secara tegas mengutuk keras aksi kerusuhan dan kekerasan yang telah mengakibatkan korban baik meninggal maupun luka-luka dan kerugian materi pada saat penyampaian aspirasi di depan gedung Bawaslu RI.

Untuk itu, KAHMI mendesak aparat penegak untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan, termasuk aktor intelektual yang menjadi dalang dalam kerusuhan tersebut.

“Semua aktor intelektual dan pihak yang mendanai kerusuhan tersebut harus diproses secara tangkas, transparan dan berkeadilan sesuai hukum yang berlaku,” desak  

BACA JUGA :  Wewenang MKD Dianulir, Parlemen Diminta Patuhi Putusan MK

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga mendesak Menkopolhukam dan Kapolri agar segera memproses dan memberi sanksi tegas terhadap oknum aparat kepolisian yang telah bersikap over acting dan tidak disiplin dalam menangani aksi damai, sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan delapan korban meninggal akibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei. 1. Farhan Syafero, M Reyhan Fajari, Abdul Ajiz, Bachtiar Alamsyah, Adam Nooryan, Widianto Rizky Ramadan, Sandro dan korban tanpa identitas. Anies juga membeberkan jika saat ini masih ada 58 korban dirawat akibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei 2019. Korban dirawat di lima rumah sakit berbeda di DKI Jakarta. 

“Hampir semua sudah pulang, yang masih dirawat sampai kemarin hanya 58 orang. Tersebar di 5 rumah sakit,” kata Anies di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/5/2019). (ham)

BACA JUGA :  Demi Perlindungan HAM, KAHMI Desak Presiden Bentuk Tim Pencari Fakta

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini