Kepala Bulog Budi Waseso (BuWas) .Foto:Net

telusur.co.id – Wacana reshuffle kabinet semakin kuat, setelah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin diumumkan sebagai pemenang pemilu 2019. Direktur Bulog Budi Waseso digadang-gadang menempati posisi Menteri Pertanian.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengakui peluang Buwas menjadi menteri pertanian ada. Apalagi, Buwas dianggap sebagai figur yang bersih, tegas dan bisa bekerja dengan baik.

Namun, semua itu tergantung dari kewenangan Presiden Jokowi. Karena, kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

“Kalau beliau calon Menteri Pertanian itukan tetap kewenangan Pak Jokowi. Kita belum tahu apakah nanti akan diganti atau tidak Itu kan kewenangan Pak Jokowi. Pak Jokowi punya pertimbangan tertentu untuk memilih seorang dan kita serahkan pada beliau saja,” kata Arya, Kamis (23/5/2019).

Arya melanjutkan, untuk periode kedua, Jokowi tidak mempunyai banyak beban dalam memilih menteri. Dia beralasan, Jokowi menginginkan orang yang tepat dan mempunyai kemampuan di bidangnya.

“Saya yakin menginginkan legacy yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasti Presiden akan dikelilingi oleh orang-orang yang terbaik dari putra-putri Indonesia,” katanya.

Jokowi, lanjutnya, juga akan mencari dari partai dan nonpartai maupun kalangan profesional. Sehingga, jokowi bisa mengerti apa yang terbaik bagi Indonesia.

“Itu gambaran-gambaran dari project kabinet Pak Jokowi ke depan. Jadi kami yakin semua semua janji Pak Jokowi waktu kampanye akan akan terealisir dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, pimpinan Komisi IV DPR menanggapi peluang Buwas jadi calon menteri pertanian, dengan datar. Dia hanya menyerahkan kepada Jokowi.

“Kita serahkan ke presiden,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi PKB, Daniel Johan.

Sementara, pengamat pemerintahan Prof M Mas’ud Said juga mengakui jika kans Buwas menjadi mentan ada dibandingkan dengan internal Kementan.

“Apa ada Dirjen di Pertanian yang diangkat jadi Menteri Pertanian? Sejauh ini setau saya belum pernah. Pertanian itu sektor yang sangat strategis, pasti Presiden akan ambil dari masukan banyak pihak,” katanya, Rabu (22/5).

Pria yang juga Direktur Pascasarjana Unisma Malang ini menilai kecil kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan menjadi menteri, meski sudah setingkat dirjen dan paham betul seluk beluk kementerian.

Biasanya, kata dia, menteri yang berasal dari internal, adalah di Kementerian Luar Negeri. Sedangkan untuk Kementerian Pertanian, ia juga menilai hal itu sulit terjadi.

“Selama ini Dirjen itu hidup dalam bayang bayang menterinya baik secara media coverage maupun dalam politik. Karena semua akhirnya mempertimbangkan faktor kontribusi politik maka agak kecil kemungkinan Direktur atau Dirjen menjadi menteri, apalagi biasanya mereka selalu diminta netral dalam pemilihan umum,” jelas Mas’ud.

Namun, diyakini, pertimbangan profesional, pertimbangan kontribusi politik, dan pemanggilan orang orang yang memiliki reputasi sebagai eksekutor di bidangnya akan menjadi pertimbangan oleh presiden. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini