Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (kemeja batik) / telusur.co.id

telusur.co.id – Kasus penemuan mobil ambulans milik DPC Partai Gerindra Tasikmalaya yang berisi batu pada aksi kerusuhan di Bawaslu dicurigai sebagai upaya untuk menjatuhkan kredibilitas Partai Gerindra.

Tudingan itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Senin. Bahkan, Fadli menuding bentuk pembunuhan karakter terhadap partainya.

“Tujuannya pasti mau memberikan pembunuhan karakter pada Gerindra, kami melihat ‘framing’ seperti itu, ada niat jahat,” kata Fadli usai menerima perwakilan Seknas Prabowo-Sandi, di ruang kerja Fadli, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

BACA JUGA :  Bersama Fahri Hamzah, Fadli Zon Silaturahim Ke Habib Rizieq

Keyakinan itu bertambah kuat setelah Fadli mengulik keterangan beberapa saksi partainya. Keterangan yang didapat, ambulans yang datang ke Jakarta murni untuk tujuan kemanusiaan.

“Ini adalah program ambulan gratis yang sudah berjalan 10 tahun. Mereka ke sini atas inisiatif mereka, kirim ambulan karena diduga diperlukan kalau terjadi korban,” ujarnya.

Lebih jauh, Fadli membeberkan sebelum ambulans ke tempat aksi damai, Seknas Prabowo-Sandi, sebelumnya sudah melakukan pengecekan terhadap mobil. Yang mengecek adalah Koordinator Relawan Seknas bernama Endah Farida. “Tidak ditemukan batu.”

Kecurigaan itu muncul ketika ambulan hentikan dan mereka harus keluar dari mobil. “Lalu kami mendengar cerita tiba-tiba ada batu dalam ambulan tersebut,” katanya.

Endah Farida ketika dikonfirmasi menegaskan dan memastikan bahwa tidak ada batu pada saat pengecekan. Yang ada pada saat pengecekan adalah alat kesehatan, obat-obatan. “Saya cek satu persatu, tidak ada batu dalam ambulan tersebut,” ujarnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini