Kuasa Hukum PT Dynasti Indomegah Faisal Miza (paling kiri).telusur.co.id

telusur.co.id- Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan dalam putusannya bahwa, American Pillo terbukti tidak melakukan pelanggaran merek, hal tersebut diungkapkan melalui Kuasa Hukum dari PT Dynasti Indomegah selaku pemegang merek terdaftar American Pillo, Faisal Miza, S.H., M.H., C.I.P., C.R.A., C.L.A. menyampaikan bahwa, pada hari Senin, 20 Mei 2019 Majelis Hakim Perkara Nomor 3/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019 telah membacakan putusan dengan amar putusan sebagai berikut.

Memutus gugatan Penggugat terhadap PT Dynasti Indomegah terkait dengan adanya dugaan pelanggaran merek, oleh Majelis Hakim dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran merek.

“Karena Majelis Hakim mempertimbangkan merek Imperial, bukan merupakan merek terkenal, karena tidak sesuai dengan kriteria merek terkenal yang diatur oleh Peraturan Perundang-Undangan,” tegasnya pada awak media usai putusan sidang. Senin, (22/5/2019).

Selain itu, Penggugat juga tidak berhasil membuktikan dalil-dalil dalam gugatannya mengenai pelanggaran merek yang dilakukan oleh Tergugat.

“Sebaliknya, Tergugat dalam proses pembuktian di persidangan berhasil untuk membuktikan penggunaan nama/kata Imperial oleh PT Dynasti Indomegah sebagai nama type atau jenis salah satu produk yang diproduksi,” lugasnya.

Lanjut Faisal, merek itu dibuat dan diperdagangkan oleh Tergugat dengan tetap menggunakan dan menonjolkan merek American Pillo, sehingga Majelis Hakim memutuskan PT Dynasti Indomegah tidak terbukti melakukan Pelanggaran Merek.

“Atas amar putusan tersebut, yang memutuskan Tergugat PT Dynasti Indomegah (American Pillo) tidak terbukti secara hukum melakukan perbuatan yang mengecoh publik,” pungkasnya.

Sehingga, dalam penggunaan kata Imperial sebagai tipe produk dari Tergugat tidak dapat dikatakan sebagai pelanggaran merek, dan merek imperial milik Penggugat, bukan merupakan merek terkenal sehingga sangat tidak mungkin PT Dynasti Indomegah mendompleng merek yang secara branding awareness tidak memiliki kekuatan.

“Kami mewakili pihak American Pillo, tentu saja memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap putusan Majelis Hakim tersebut, putusan tersebut merupakan putusan yang adil,” kata Faisal.

Mengingat, Penggugat selama ini telah dikenal memiliki beberapa merek terdaftar, tanpa adanya barang atau jasa atas merek-merek yang di daftarkan tersebut.

“Sudah sepatutnya hukum memberikan perlindungan terhadap para pelaku usaha atau bisnis dalam menjalankan usahanya dari sejumlah ‘oknum’ yang ditenggarai sebagai pedagang merek,” tutup Faisal. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini