Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (20/5/19)/tweeter Fadli Zon

telusur.co.id-Pemerintah dalam rapat paripurna DPR RI menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok – Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN TA 2020.

Penyusunan KEM PPKF tahun 2020 ini memiliki makna yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, KEM PPKF tahun 2020 merupakan awal dari pelaksanaan kebijakan pembangunan nasional dalam rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, kebijakan fiskal 2020 akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, pembangunan manusia Indonesia dilakukan dengan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, agar memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan revolusi 4.0.

BACA JUGA :  Lagi, Ani Dinobatkan Jadi Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik

“Kualitas tenaga kerja Indonesia harus naik kelas, dari sebagian besar berpendidikan dasar dan kurang trampil menjadi tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang baik dan trampil,” ujar Sri Mulyani di sidang paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/19).

Sejalan dengan hal tersebut, disebutnya, program-program perlindungan sosial yang komperhensif terus dikembangkan untuk menunjukkan negara hadir dalam melindungi komponen bangsa yang masih lemah.

Kata Sri Mulyani, pembangunan infrakstruktur juga akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan konektivitas arus orang dan barang. Termasuk debgan jaringan digital yang akan dikembangkan untuk kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kondisi infrakstruktur yang semakin baik merupakan prasyarat percepatab transformasi ekonomi yang mendukung peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya lebih lanjut.

Bukan itu saja, ia juga menyampaikan, sebagai tahun pembuka priode pemerintahan baru, kebijakan makro fiskal dalam tahun 2020 dirumuskan sebagai kebijakan fiskal ekspansif yang terarah dan terukur dengan defisit pada level 1,75-1,52 persen terhadap PDB.

“Keseimbangan primer yang positif dan ratio utang dikisaran 30 persen terhadap PDB,” tutupnya.[Gus]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini