Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto./Net

telusur.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM menekankan perlunya kerja sama berkoperasi baik oleh pengurus, pengawas dan anggota. Tujuannya guna membangun koperasi secara terus menerus, sehingga pada akhirnya koperasi dapat tumbuh dan berkembang.

“Kalau anggota mengetahui dan paham akan misi dan tujuan koperasinnya, maka mereka akan dapat melakukan hak dan kewajibannya sebagai anggota,” kata Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto dalam keterangannya, Rabu (29/5/19).

Dijelaskan Luhur, integritas yang dimiliki anggota, akan membuat pengelolaan koperasinya menjadi transparan, akuntabel, efisien dan efektif. Sehingga pengawas akan dengan mudah mengawasi jalannya pengelolaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus.

Selain itu, Luhur juga mengimbau untuk bersama-sama mewujudkan melalui distribusi peran efektif. Dalam hal ini, menurut dia, komitmen dari setiap individu pengurus, pengawas dan anggota akan memberikan partisipasi aktif untuk mendukung tercapainya tujuan yang telah dirumuskan bersama.

Seperti diketahui, dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 1992, Rapat Anggota dilakukan minimal satu kali dalam setahun, dan inilah yang sering dilakukan oleh koperasi atau dengan kata lain Rapat Anggota Tahunan atas pelaksanaan kegaiatan yang dilakukan selama satu tahun dalam tahun sebelumnya.

Menurut Luhur, melalui RAT dapat dijaring informasi dan aspirasi dari anggota dan selanjutnya pengurus merumuskan langkah-langkah kedepan untuk mewujudkan tujuan berkoperasi yang direalisasikan ke dalam program kerja dan kegiatan.

“Apabila ketiga hal tersebut dilakukan secara konsisten oleh pengurus, pengawas dan anggota, maka secara tidak langsung pengawasan koperasi oleh anggota akan berjalan efektif, dan RAT akan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu oleh setiap koperasi, artinya dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah tutup tahun buku,” tegas Luhur. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini