Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip Resmi Ditahan KPK / Ist

telusur.co.id – Seteleh mejalani pemeriksaan selama kurang lebih enam jam, Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK, serta tangan terborgol yang memegang sebundel berkas, diduga surat penahanan.

KPK, menahan Sri Wahyumi setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK menyangka Sri menerima suap senilai Rp 513 juta dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo dalam bentuk uang tunai, tas, jam tangan, dan perhiasan berlian. Suap diduga diberikan melalui orang kepercayaan Sri, Benhur Lalenoh.

BACA JUGA :  KPK Diminta Hiraukan Permintaan Pemerintah

KPK menduga Bernard memberikan suap itu sebagai realisasi komitmen fee 10 persen yang diminta Sri dalam penunjukan kontraktor pembangunan pasar. Bernard dan Benhur juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan berbeda.

Sri, Benhur, dan Bernard ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang digelar di Jakarta dan Talaud, 29 April hingga 30 April 2019. Sri ditangkap di Talaud, dan kemudian dibawa ke KPK pada 30 April 2019 pukul 20.00.

Rabu dini hari, 1 Mei sekitar pukul 02.00, dia keluar dari gedung KPK dengan rompi oranye. Sebelum memasuki mobil tahanan KPK, dirinya membantah menerima suap. Pengakuannya, sampai sekarang ‘hadiah’ itu tidak ada pada dirinya, dan ia mengatakan tidak tahu soal ‘hadiah’ itu. [ipk]

BACA JUGA :  KPK Minta Publik Nilai 13 Calon Deputi dan Direktur

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini