Ketua KPUD Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin, dirawat RSUD Cibitung.

telusur.co.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin dilarikan ke RSUD Cibitung, lantaran pingsan saat memimpin rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan.

Koordinator Divisi Humas pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar, Pak Jajang (Ketua KPU) tiba-tiba jatuh sakit saat mengikuti rapat pleno,” katanya kepada Koran Bekasi, dikantornya, Rabu (8/5).

Akbar menambahkan, peristiwa itu terjadi ketika rapat pleno perhitungan suara di Kecamatan Cikarang Barat diskors. Setelah jatuh sakit, Jajang sempat ditangani dokter di Puskesmas Kedungwaringin.

Tapi karena kondisinya memburuk, Jajang kemudian dilarikan ke RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi menggunakan ambulans. “Beliau kelelahan setelah mengikuti rapat pleno,” ujarnya.

Menurut dia, rapat pleno itu berlangsung sejak Sabtu, 4 Mei 2019. Rapat yang dimulai siang hari itu, baru selesai sampai larut malam. Diperkirakan, kata Akbar, stamina tubuh ketua KPU menurun karena itu.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Bekasi meminta KPU untuk membongkar seluruh formulir DAA1 di Kecamatan Kedungwaringin, karena adanya perbedaan jumlah suara antara formulir DA1 (tingkat kecamatan) versi PPK dan formulir DA1 versi saksi parpol di Pilpres 2019.

Pihaknya meminta kepada PPK agar membongkar formulir DAA1 (tingkat desa) hasil rapat Pleno, agar hasil suara Pilpres antara saksi partai politik dan PPK Kedungwaringin bisa disesuaikan.

Dihubungi di tempat terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Bekasi, Arif Noor membenarkan Jajang mengalami kelelahan yang membuat kondisi kesehatannya kian menurun.

“Sebelum Magrib tadi (Selasa, 7/5), kondisi ketua terlihat lemas. Raut wajahnya juga pucat,” katanya.

Ia mengatakan, kelelahan yang dialami Jajang disebabkan banyaknya tugas yang diembannya terkait rekapitulasi penghitungan suara.

“Ya beberapa hari ini ketua memang memimpin pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat kota, yang buat kondisinya lemah. Nah, puncaknya pas rapat pleno tadi itu semakin drop sampai akhirnya pingsan,” ujarnya.

Arif berharap kondisi rekannya yang kini mendapat perawatan intensif di rumah sakit itu segera membaik, sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala. Sedangkan untuk rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang kelima disebutkannya akan tetap dilanjutkan meski tanpa kehadiran Jajang.

“Pleno akan tetap berlanjut dengan membahas hasil Kecamatan Karang Bahagia, karena sidang dirasa memenuhi quorum,” katanya.

Hingga Senin (6/5), Komisi Pemilihan Umum mencatat sudah ada 557 orang petugas KPPS meninggal dunia. Ketua KPU, Arief Budiman, menyampaikan lembaganya akan mengevaluasi penyelenggaraan pemilu serentak kali ini.

Evaluasi bukan hanya pada sistem namun lebih dari itu yakni mengenai teknis kerja anggota KPPS di lapangan. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini