Komplek Parlemen Senayan Dijaga Ketat / telusur.co.id

telusur.co.id – Gedung wakil rakyat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, disterilkan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya massa aksi 22 Mei yang sedang menggelar unjuk rasa, terkait dugaan adanya kecurangan dalam Pilpres 2019.

Pantauan telusur.co.id, semua pintu akses masuk ke gedung para wakil rakyat itu ditutup. Kecuali pintu gerbang besar di belakang gedung. Pintu itu pun dijaga ketat oleh pihak keamanan dan hanya untuk mengangkut mobil-mobil pengamanan.

Pihak pengamanan gedung parlemen, bersama kepolisian menanyakan setiap pengendara yang hendak melintasi jalan senayan menuju gedung Manggala, dan memberitahukan kalau jalan dan gedung DPR ditutup dan tidak boleh masuk.

BACA JUGA :  Golkar Resmi Tunjuk Bamsoet Sebagai Ketua DPR

“Mau kemana mba? Nggak bisa masuk,” kata seorang petugas dari kepolisian.

Petugas kepolisian pun memastikan, di dalam gedung tidak ada sipil dan hanya anggota pengamanan saja.

Kasubid Audit direktorat pengaman objek fital AKBP Hary Sulystiadi menjelaskan, anggota yang dikerahkan untuk mengamankan gedung Parlemen sebanyak 3000-an orang, yang terdiri dari unsur Polri dan TNI.

“3000-an di dalam, TNI dan Polri. Kalau dari Polda 1000-an,” kata dia.

Sebagai bentuk waspada, di Jalan Gatot Subroto menuju gedung DPR dipasangi kawat berduri, yang tujuannya untuk menghalau massa.

BACA JUGA :  Kisruh Impor Senjata Brimob, Rencana Komisi I Panggil Panglima TNI Batal

Namun sapai berita ini dimuat, belum ada massa 22 Mei yang terlihat di sekitaran kawasan Senayan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini