Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan / Net

telusur.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan. Surat pemanggilan telah dikirim KPK ke rumah dinas Jonan.

Pemeriksaan terhadap Jonan akan dilakukan pada hari Rabu, 15 Mei 2019. Jonan akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain soal PLTU Riau-1, Jonan akan diminta keterangannya terkait kasus terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

BACA JUGA :  Polda Metro Sita Buku Merah Dari KPK

Dari kasus itu, KPK telah menjerat Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk., yang merupakan hasil pengembangan perkara PLTU Riau-1. Jonan juga sekaligus menjadi saksi untuk tersangka Samin Tan.

“Ada satu hal yang perlu dipahami, ketika saksi dipanggil, dia dipandang mendengar atau melihat peristiwa kasus yang dialami. Kita tahu terminasi kontrak dilakukan oleh Kementerian ESDM,” kata Febri.

KPK, kata Febri, perlu menindaklanjuti lebih lanjut terkait bagaimana awal mula terminasi kontrak antara Kementerian ESDM dan PT Asmin Koalindo Tuhup, selaku anak usaha Borneo Lumbung Energi & Metal.

BACA JUGA :  JPU Ungkap Email Soal Proyek e-KTP Memuat Nama Setya Novanto

Dalam perkara PKP2B, tersangka Samin Tan diduga memberikan uang senilai Rp 5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Pemberian suap diduga untuk membantu dan melancarkan proses terminasi PT AKT yang tengah bermasalah di Kementerian ESDM. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini