Logo Komisi Pemberantasan Korupsi / Net

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan surat ke imigrasi untuk melarang bepergian ke luar negeri atau mencekal tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, yaitu Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah (ZAS).

Kabar pencekalan itu dibenarkan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, Sabtu (4/5/19).

“KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi tentang pelarangan ke luar negeri terhadap tersangka ZAS,” kata Febri.

Dijelaskan Febri, pencekalan berpergian ke luar negeri terhadap Zulkifli berlaku enam bulan sejak 3 Mei 3019 sampai dengan 3 November 2019.

BACA JUGA :  Eni Saragih Beberkan Adanya Pertemuan Airlangga Hartarto Terkait PLTU Riau-1

Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemberian suap dan menerima gratifikasi terkait pengurusan DAK Kota Dumai dalam APBN-P 2017 dan APBN 2018.

Dalam kasus suap, Zulkifli diduga memberikan uang senilai Rp 550 juta dalam bentul dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dan rupiah kepada pejabat kementerian keuangan, Yaya Purnomo Cs terkait dengan pengurusan DAK tersebut.

Dia pun dijerat Pasal 5 Ayal (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tatun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

BACA JUGA :  KPK Mulai Periksa Tersangka Kasus Suap Meikarta

Kemudian, dirinya juga dijerat kasus penerimaan gratifikasi, Zulkifli diduga menerima uang Rp 50 juta dan fasilitas hotel dari pihak yang menggarap proyek di Kota Dumai. Pada perkara ini, Zulkifli dijerat Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini