Menteri Perdagangan RI yang juga politikus Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita / Net

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelusuri sumber dana gratifikasi yang diterima oleh tersangka Anggota DPR RI, Bowo Sidik Pangarso.

KPK ternyata kembali melakukan penggeledahan untuk kedua kalinya terhadap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Jika sebelumnya yang digeledah kantor Enggar, kali ini lembaga antirasuah itu menggeledah rumah Enggar.

Kabar penggeledahan itu sebagaimana diungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/19).

“Iya Selasa sore,” kata Febri.

Namun Febri belum menjelaskan apa saja yang diamankan dari rumah politikus Partai Nasdem tersebut.

BACA JUGA :  Olla Ramlan Maju Caleg DPR RI dari Nasdem

Yang pasti, dirinya menyampaikan jika penggeledahan terkait dengan sumber dana gratifikasi yang diterima oleh Bowo Sidik, politikus Partai Golkar.

Sebelumnya, KPK menggeledah ruang kerja milik Enggar di Kementerian Perdagangan pada Senin (29/4/19). Dari sana, KPK mengamankan sejumlag dokumen terkait dengan perdagangan gula rafinasi.

Dalam kasus ini, Bowo Sidik sendiri bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp 221 juta dan US$ 85.130.

BACA JUGA :  KPK Periksa Dua Saksi Untuk Tersangka Novanto

KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp 8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini