Direktur Utama PT PLN Nonaktif, Sofyan Basir / Net

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengirimkan ulang surat panggilan untuk menjalani pemeriksaan, kepada tersangka kasus perkara suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau-1, Sofyan Basir.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (25/5/19).

KPK pun mengultimatum Direktur Utama PLN non-aktif itu, untuk memenuhi panggilan penyidik, guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Kami ingatkan agar yang bersangkutan memenuhi panggilan, sebagai sebuah kewajiban hukum,” kata Febri.

Sofyan Basir sedianya diperiksa tim penyidik KPK terkait kasus perkara suap proyek PLTU Riau-1, Jumat kemarin. Namun Sofyan mangkir. Ia meminta penundaan pemeriksaan ke KPK.

BACA JUGA :  Golkar Harus Tanggung Jawab Soal Pansus Angket KPK

Dalam perkara PLTU Riau-1, KPK sudah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka keempat menyusul pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, bekas Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan bekas Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Sofyan diduga menerima janji fee proyek dengan nilai yang sama dengan Eni Saragih dan Idrus Marham dari salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Kotjo. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini