Foto: net

telusur.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan bakal menindaklanjuti dugaan kartel bawang putih yang dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), pekan lalu.

Komisioner KPPU Chandra Setiawan membenarkan, KPPU telah menerima laporan dugaan kartel bawang putih itu. KPPU memastikan akan menindaklanjutinya laporan ini.

“Laporan sudah diterima. Mereka (Almisbat) melaporkan sekitar hari Jumat 17 Mei 2019 kemarin,” kata Chandra, di Jakarta.

Dalam aduannya, Almisbat terutama mempertanyakan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang menunda penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sehingga diduga menguntungkan beberapa pihak.

Chandra menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan oleh KPPU adalah memanggil pelapor. Pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi terkait laporan yang disampaikan kepada KPPU.

BACA JUGA :  Pemerintah Diminta Segera Buat Panitia Seleksi Anggota KPPU

“Senin (27/5) kita masih mendengarkan keterangan dari tim yang menerima laporan itu. Perkembangannya sampai mana,” jelasnya.

Bagian penegakan hukum KPPU disebutnya juga akan menganalisa dan mempelajari data terkait aduan tersebut. “Kalau kartel itu kan pelaku usaha, harus jelas. Apakah betul ada nama-nama pelaku usahanya. Karena kalau KPPU objeknya adalah pelaku usaha, bukan pemerintah,” tambahnya.

Hal yang sama dilontarkan oleh Direktur Penindakan KPPU Gopprera Panggabean. Dia pun membenarkan, KPPU menerima laporan tersebut.

“Kami akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor untuk memeriksa kelengkapan administrasi laporannya dan menilai laporan yang sampaikan merupakan kompetensi absolute KPPU,” tutur Gopprera.

Di tempat terpisah, anggota Dewan Pertimbangan Almisbat Syaiful Bahari memastikan, pihaknya siap jika KPPU memang ingin mengklarifikasi laporan dugaan bawang putih ini dengan memanggil mereka sebagai pihak pelapor.

BACA JUGA :  Kementan Gandeng KPPU, Optimalkan Pengawasan Kemitraan Usaha Peternakan

Sebab, mereka berharap KPPU mengusut penyebab penundaan penerbitan RIPH oleh Kementan dari bulan Februari hingga April 2019.

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi dalam pemberitaan mengatakan, pihaknya kini mendorong para petani untuk mau menanam bawang putih lagi.

“Caranya melakukan kemitraan antara petani dengan importir. Pada 2018 ada sekitar 40 importir,” ujar Suwandi di Jakarta, Rabu (15/5).

Kementan mengklaim bahwa sejak diberlakukannya aturan wajib tanam bawang putih, jumlah luas lahan pertanaman bawang putih meningkat tajam. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini