KPU / Net

telusur.co.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia optimis menuntaskan rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat provinsi, paling lambat tanggal 22 Mei 2019.

Hal itu disampaikan Anggota KPU RI, Ilham Saputra seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/5/19).

“Kami optimistis pada tanggal 22 Mei rekapitulasi suara selesai. Saat ini hanya tunggu beberapa provinsi saja yang belum,” kata Ilham.

Diketahui, rekapitulasi nasional dilakukan sejak tanggal 25 April dan akan berakhir pada 22 Mei 2019. Hingga kini, sudah 27 provinsi yang sudah tuntas dilakukan penghitungan. Sisanya yang belum adalah tinggal tujuh provinsi.

Sabtu siang ini, KPU RI tengah melangsungkan rekapitulasi suara tingkat provinsi dari daerah Papua Barat.

BACA JUGA :  Sebelum MA Keluarkan Putusan, Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Tetap Berlaku

Ilham mengatakan, saat ini seluruh persoalan di masing-masing wilayah sedang dalam penanganan intensif pihak terkait. Hal itu dilakukan berkaitan dengan masih adanya beberapa daerah di provinsi yang mengalami kendala administrasi rekapitulasi suara.

Situasi itu di antaranya terjadi di daerah Deli Serdang dan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara yang belum menyelesaikan rekapitulasi suara di sebagian kecamatan akibat adanya perselisihan raihan suara.

“Di Nias Selatan ada sedikit kegaduhan saat proses rekapitulasi suara di tingkat daerah. Tapi masalah ini sudah ditarik ke provinsi dan telah tertangani,” terangnya.

Tak hanya itu, KPU RI juga mene,ukan adannya kegaduhan lain berupa indikasi penggelembungan suara di Jayapura, Papua.

BACA JUGA :  Aturan KPU Larang Bekas Napi Nyaleg Bertentangan dengan Ketentuan Hukum

Menurut Ilham, terdapat perolehan suara dari sejumlah calon legislatif yang tidak sesuai dengan jumlah pemilih di wilayah setempat.

“Kami sudah rekomendasikan agar kotak suara dibuka dan dihitung ulang, atau harus cek lagi data formulir kecamatannya untuk disandingkan,” ungkapnya.

Menurut Ilham, permintaan sebagian pihak yang merasa dirugikan untuk mengulang kembali pemungutan suara di masing-masing daerah itu tidak mungkin direalisasikan.

“Karena waktunya memang tidak cukup lagi untuk pemungutan suara ulang, lebih baik ditangani secara intensif,” tambahnya.

Untuk diketahui, dari 27 provinsi yang sudah dilakukan penghitungan, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di 16 provinsi dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, unggul di 11 provinsi. [***]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini