Prabowo Subianto dianggap tidak menyampaikan data dan ide baru dalam debat kedua Pilpres.Foto:istimewa

telusur.co.id – Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno telah mengajukan gugatan sengketa kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) Kemahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu dilakukan tim Hukum Prabowo-Sandi lantaran mereka melihat telah banyak terjadi kecurangan dalam pencoblosan surat suara.

Menyikapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan bahwa organisasinya bakal menggelar aksi di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang nanti.

Aksi itu, kata dia, sebagai salah satu bukti dari dukungan KSPI terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

BACA JUGA :  PAN Yakin Tidak Ada Eksekusi Mati TKI Kalau Prabowo Presiden

“Kebetulan kami jadi salah satu pendukung, dan setiap sidang di MK akan dikawal dengan aksi,” kata ucap dia di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta (27/5/19).

Dirinya juga menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan KSPI nantinya tak akan merugikan, akan tetapi mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

“Tentu aksi yang damai dan prosedurnya, sesuai mekanisme undang-undang,” jelas dia.

Oleh sebab itu, Iqbal berharap aparat tak melakukan penutupan akses jalan menuju gedung MK.

“Kita minta aparat bertindak bijaksana, jangan memblokade dan menutup MK,” pungkasnya.[ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini