Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar. FOTO: Dok. Kemenag

telusur.co.id – Pengembangan pelbagai channel layanan digital untuk pembayaran zakat dan penghimpunan wakaf uang, sebagai bukti bahwa sumbangan keagamaan di Indonesia semakin diurus dengan baik. Karenanya, kehadiran platform digital zakat dan wakaf diharapkan dapat meningkatkan penerimaan dana dan memperluas manfaatnya bagi umat.

“Pemanfaatan teknologi digital di bidang keuangan untuk donasi keagamaan akan lebih mendorong transparansi dan akuntabilitas serta validasi pelaporan penerimaan sumbangan dana masyarakat dari dan untuk kepentingan umat,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar, Minggu (12/5/19).

Menurut Fuad, pembayaran zakat kepada lembaga amil dan pemberian wakaf khususnya wakaf uang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dan dalam jumlah berapa saja. Karena, banyak sarana yang tersedia untuk beramal. Selain layanan di dalam kantor, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), fitur mobile banking juga terkoneksi dengan layanan zakat dan wakaf yang dikelola sejumlah lembaga yang terdaftar.

BACA JUGA :  Wacana Kemenag Biaya Haji Pakai Dolar, Ini Kata Fahri

Bahkan, dalam transaksi wakaf uang, pemberi wakaf bisa memilih nazhir dan penerima manfaat wakaf sesuai keinginan dalam transaksi melalui Virtual Account yang tersedia. Melalui pengembangan platform digital, tidak hanya akses layanan yang meningkat, tapi literasi masyarakat tentang zakat dan wakaf harus lebih maju.

Sebagai kementerian yang membidangi urusan agama dalam pemerintahan, Kemenag sekalipun tidak melaksanakan secara langsung tugas pengelolaan zakat dan wakaf sebagai potensi ekonomi umat, namun terus berupaya meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan.

Oleh karena itu, simpul-simpul koordinasi dan sinergi Kementerian Agama dengan organisasi pengelola zakat dan wakaf yang dibentuk atau diberi lisensi, seperti BAZNAS, LAZ, BWI, dan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU) menjadi faktor kunci yang sangat penting.

BACA JUGA :  Kemenag Segera Asesmen Ulang Pejabat dan Bentuk Majelis Etik

“Konstelasi hubungan fungsional dalam hal ini hubungan yang didasarkan pada fungsi masing-masing lembaga yang saling mempengaruhi dan interdependensi perlu semakin diperkuat,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini