Pesawat Garuda Indonesia / Net

telusur.co.id – Mahalnya harga tiket pesawat saat ini akan memberikan multiplayer efek terhadap daya beli masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo kepada wartawan, Rabu (8/5/19).

“Misalnya pada sektor pariwisata, hunian hotel, kalau pendapatan sektor ini turun misalnya, efeknya pasti pada karyawan, lalu akan berdampak pada daya beli dan seterusnya,” kata Donny.

Tak hanya itu, mahal harga tiket pesawat, kata Doni, juga bisa berdampak pada inflasi seperti yang sudah terjadi di sejumlah kota – kota besar di Indonesia.

BACA JUGA :  DPR Minta Bawaslu Tidak Atur Materi Khutbah

“Tapi sauh ini baik baik saja dibiarkan begitu saja,” papar Politikus NasDem ini.

Dengan kondisi demikian, Donny pun meminta agar Menteri Perhubungan beserta sejumlah stekholder terkait dapat membahas hal ini secara bersama -sama.

Pembahasan tersebut, lanjut Donny, diperlukan untuk bisa mengetahui apakah harga tiket pesawat ini dapat diturunkan atau tidak.

“Kalau bahan pokok naik, bisa diadakan operasi pasar, kalo tiket pesawat naik? harus dicarikan jalan keluar, karena sifatnya kan bukan satu satunya alat transportasi meskipun mempersingkat waktu perjalanan,” tandas Donny.

BACA JUGA :  Khawatir Massa Aksi 22 Mei, Gedung Parlemen Dijaga Ketat

Sebelumnya, di tengah tingginya harga tiket pesawat yang masih tinggi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi malah mengeluarkan kebijakan yang kontra. Dia menaikkan tarif batas bawah penerbangan, yang awalnya 30 persen dari tarif batas atas, menjadi 35 persen.

Kebijakan ini dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019, dengan turunan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2019.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini