Kitab Suci Al Qur'an

Dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sekarang ini. Mesjid-mesjid di penuhi oleh kaum muslimin yang melakukan itikaf. Mereka menghidupkan malam dengan mengajak keluarga ke mesjid. Mengisi dengan berbagai macam kegiatan ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Misal melakukan muhasabah, instrospeksi diri. Apa saja yang selama ini telah dilakukan, untuk di adakan perbaikan. Dalam upaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan diri. Semua itu unutk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah Azza wa Jalla dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Pada malam hari puasa, banyak hal yang kita dibebaskan untuk melakukannya. Karena di siang hari, haram hukumnya mengerjakannya. Misal bercampur dengan istri yang mereka adalah pakaian bagi suami dan suami adalah pakaian bagi istri. Tetapi bila sedang beritikaf pada malam-malam kemuliaan dlm mesjid. Jangan campuri istri kita. Itu adalah ketentuan dari Allah. Maka jangan kita mendekatinya dan melanggarnya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayatnya agar kita bertakwa. (Lihat. QS. Al Baqarah [2] : ayat 187).

BACA JUGA :  "PERANG BADR & RAMADHAN"

Selama berada dalam malam-malam kemuliaan tersebut. Teruslah mengevaluasi diri dengan cara melihat ke dalam diri sendiri. Berdialog secara intensif dengan diri sendiri. Apakah kita selama berjalan pada jalan yang benar dan lurus. Apakah selama ini telah mengenal siapa diri kita. Apakah kita telah mampu menundukan sesuatu yang mau menguasai diri kita yaitu hawa nafsu. Apakah selama ini, kita telah di kuasai hawa nafsu dari perut. Telah di bawah kekuasaan nafsu birahi (seksual), harta, materi atau kedudukan sosial dengan berbagai jabatannya.

Untuk itu, pada waktu beriktikaf, perbanyaklah berdo’a. Perbanyak mentadaburi ayat-ayat Al Qur’an. Karena banyak di kalangan kita, membaca ayat-ayat Al Qur’an dengan target hanya ingin khatam. Tidak mendalami makna terdalam dari ayat-ayat tsb. Juga kita perbanyak membaca tasbih, tahmid, takbir tahlil dan istighfar. Serta melakukan sholat-sholat tahajjud, hajat, dan taubat. Atau mungkin juga di selingi mendengarkan ceramah dan nasihat guru kita.

BACA JUGA :  "JALAN LURUS DI BULAN RAMADHAN"

Selain dari pada itu, pada malam-malam kemuliaan kita dapat bertukar pikiran dan diskusi dengaan sesama peserta iktikaf. Banyak masalah keumatan yang dapat dibicarakan. Apa saja masalah yang dihadapi umat Rasulullah Shallallahi Alaihi wasalam saat kini. Banyak masalah, dan problem keumatan di dalam hidup dan kehidupannya. Sehingga hal tersebut dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kita. Sesuai dengan tujuan kita mengerjakan puasa agar menjadi orang yang bertakwa. (Lihat. QS. Al Baqarah [2] : 183).

Salam dari Mutiara Baru.
Kamis, 30 Mei 2019.

abu hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini