Petani/Foto/net

telusur.co.id – Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mereshuffle kabinet di periode kedua pemerintahannya tak hanya mendapatkan persetujuan dari orang dekatnya, para pakar politik dan ekonomi juga mendukung.

Pos kementerian yang krusial dan patut menjadi catatan adalah menteri dibidang ekonomi. Salah satunya adalah pos menteri pertanian. Jokowi perlu mencari sosok Mentan baru yang betul-betul mengerti seluk-beluk sektor pertanian, mensejahterakan petani, serta mengerti dari produksi hingga distribusinya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, mengakui pangan dalam arti luas mengalami kemunduran, baik dari efektivitas dan efisiensi, jangan hanya bicara besaran importasi pangan tapi kesejahteraan petani ini sangat menjauh. “Pertanian menjadi salah satu sektor yang paling mundur,” ujarnya.

Untuk itu, Enny mengatakan, Menteri Pertanian ke depan harus memberikan insentif ekonomi kepada petani. Sehingga petani bisa tumbuh dan sejahtera.

“Jelas saja masyarakat semakin enggan jadi petani, jangankan masalah prestise (kebanggan) insentif ekonomi saja tidak ada. Kalau sektor pertanian ditingggalkan, lalu masyarakat Indonesia mau makan apa?” tukasnya.

BACA JUGA :  Dilantik Jadi Mensos, Pimpinan DPR Ucapkan Selamat Ke Idrus

Dikatakan Enny, memang pemilihan menteri adalah hak prerogratif presiden. Namun di kemudian hari akan muncul pertanyaan di publik kenapa orang-orang tersebut yang dipilih presiden.

Pada Kabinet kerja 2014-2019, lanjut Enny, sektor produktif di Indonesia dapat dikatakan menurun terus. Ketersediaan pangan menjadi terus menerus dilanda masalah. Menurutnya, Kabinet Kerja sangat lemah di titik koordinasi.

Senada dengan Eddy, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menilai Indonesia membutuhkan menteri-menteri yang ahli di bidangnya masing-masing. Untuk itu, pemerintah perlu untuk merombak kabinet dan mengisi dengan tokoh mengerti di bidangnya.

“Terutama menteri di bidang ekonomi. Selama 5 tahun Jokowi yang bermasalah dengan ekonomi. Nah, ke depan menteri ekonomi ditempati oleh orang-orang yang layak,” katanya saat dihubungi, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA :  Reshuffle Kabinet, BG Gantikan Wiranto Dan Idrus Masuk Kabinet?

Menurutnya, jika tim ekonomi lebih solid dan kinerjanya bagus, Indonesia akan menjadi lebih maju. Dia mencontohkan posisi Menteri Pertanian. Dia minta Presiden memilih tokoh yang paham betul dengan pangan.

“Karena ke depan Indonesia akan bermasalah dengan pangan. Tulang punggung suatu bangsa ya pangan. Siapa yang menguasai pangan akan menguasaia peradaban dan dunia,” katanya.

Karena itu, harus dicari yang pakar dan mengerti pangan. Yang lebih penting juga Mentan baru adalah yang bisa memberantas mafia.

Menguatkan, Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih juga menginginkan agar menteri pertanian baru harus figur yang memahami soal pengembangan SDM petani dan organisasi tani.

“Kabinet itu hak prerogatif presiden, tetapi siapa yang cocok? Tentu haruslah orang yang memahami soal pengembangan petani dan kelembagaanya,” kata Henry Saragih.

Selama ini, kata Henry, kementerian pertanian belum menyentuh soal SDM petani dan kelembagaan. “Masih kurang, belum menjadi titik perhatian,” paparnya.

Pengembangan SDM yang dimaksud Henry ialah bagaimana meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani. Dia mencontohkan misalnya dengan mendorong petani mengembangkan benih lokal, kemudian meningkatkan  pupuk organik secara mandiri serta pengembangan penguasaan teknologi-teknologi pedesaan. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini