Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Perang dagang antara Amerika-Cina diprediksi bakal berlangsung panjang dan tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Karenanya, untuk meminimalisir dampak negatif terebut, pemerintah harusmencari pasar-pasar baru guna menggenjot ekspor produk unggulan.

Demikian disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR Donny Imam Priambodo di Jakarta, Kamis (30/5/19).

“Kita harus bisa menyiasati momentum perang dagang ini, jangan lepas begitu saja. Peluang pasar ekspor ke negara-negara non tradisional segera digenjot, termasuk Amerika Latin,” kata Donny.

Donny menyarankan, agar pemerintah segera melakukan survei secara mendetail negara-negara mana saja, yang benar-benar bisa menjadi peluang kerjasama ekspor komoditi produk  Indonesia.  Karena, dari survei tersebut kemudian bisa dipetakan , negara-negara yang bisa menjadi tujuan ekspor.

BACA JUGA :  Salam 3 Jari Bamsoet

Selain itu, politikus Partai NasDem ini juga mengimbau pemerintah untuk segera menggerakan para duta besar (dubes) dan atase pedagangan di negara-negara tersebut. Sehingga ada sinergi dan koordinasi dalam menggenjot peluang ekspor. “Dari situ bisa diterungkap, barang-barang atau produk yang kompetitip untuk dijual,” terangnya lagi.

Diakui Donny, baik AS maupun Cina masih menjadi tujuan ekspor utama Indonesia hingga saat ini. Karena itu, pengaruh perang dagang tersebut, tetap ada. “Namun tinggal bagiamana menyiasatinya ke depan. Makanya harus tetap menjadi pertumbuhan ekspor. Faktor-faktor yang jadi penghambat segera diselesaikan,” ucapnya.

Menurut Donny, ketegangan AS-Cina akan terus berlangsung selama Donald Trump masih memimpin negara Paman SAM.  Karena, AS melihat banyak kebijakan-kebijakan Cina yang tak masuk akal. 

BACA JUGA :  Gelar Lomba Baca Teks Mirip Soekarno, Fraksi PKS: Pancasila Harus Hidup di Hati Rakyat

“AS tetap melihat bahwa kebijakan tenaga kerja murah China jadi persoalan. Karena bagi AS, ini sama sekali tidak logis, tapi bagi China ini strategi yang logis saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melirik Argentina untuk menjadi sasaran ekspor baru. Alasannya dengan kondisi pasar dunia yang sedang lesu, RI dan Argentina cocok untuk melaksanakan perjanjian kerja sama dalam perdagangan.

Enggar mengatakan, kerja sama tersebut dapat membuka pasar baru. Ia membidik Argentina yang saat ini tengah kena dampak dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

“Secara keseluruhan market dunia turun, itu kenyataannya. Sehingga kuncinya adalah bagaimana kita membuka pasar baru sementara ini tidak dilirik atau kurang dilirik, contoh dengan Argentina,” jelasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini