Anggota BPN Prabowo-Sandi, Titiek Soeharto / Net

telusur.co.id – Massa pendukung calon presiden Prabowo Subianto akan menggelar aksi damai pada tanggal 20 hingga 22 Mei mendatang. Aksi tersebut untuk meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendiskualifikasi capres petahana Joko Widodo.

Kabar akan adanya aksi tersebut sebagaimana disampaikan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Titiek Soeharto, usai menghadiri deklarasi “gerakan kedaulatan rakyat”, di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/19). Titiek pun memberi garansi jika aksi akan berlangsung damai tanpa ada kericuhan.

“Demo damai tidak tanpa kekerasan. Mungkin kita duduk saja sampai aparat, ini kan selama ini kita kaya dicuekin saja nih kita udah teriak-teriak pemilu curang, DPT ganda, DPT bermasalah, yang meninggal begitu banyak, kita sudah menyuarakan itu. Tapi kok kayaknya dicuekin saja, nah ini bentuk dari protes kita nanti akan melakukan demo damai,” kata Titiek.

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Jenguk Kepala Desa Nono di Lapas, Ini yang Terjadi

Putri mendiang Presiden ke-2 RI, Soeharto itu tidak dapat memperkirakan jumlah massa yang akan hadir. Menurut Titiek, jumlahnya tidak akan sebanyak aksi 212.

Terkait seberapa banyak massa aksi, Titiek tidak menjelaskan secara perinci. Namun, dia punya perkiraan massa yang akan datang.

“InsyaAllah banyak, tidak seperti 212, tapi cukup banyaklah. Kalau pemerintah mengerahkan aparat 160 ribu TNI, 100 sekian ribu polisi, insyaAllah massa kita lebih dari itu,” kata dia.

Aksi lanjut Titiek, akan berlangsung damai sampai sejauh aparat tidak melakukan kekerasan kepada peserta aksi. Dia juga menyebut tempat aksi ini kemungkinan ada di beberapa titik, salah satunya tempat yang dipertimbangkan adalah Bundaran Hotel Indonesia (HI).

BACA JUGA :  Prabowo Bakal Bahas Nama Anies Dalam Koalisi

“Harapannya didiskualifikasi. Petahana yang curang. Ini harus didiskualifikasi,” kata dia. [ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini