Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin/Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin angkat bicara terkait ditangkapnya pegiat media sosial yang juga Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Minggu (26/5/19) lalu.

Menurut Novel, situasi politik pasca pemilu semakin tidak sehat dan sangat kacau. Pasalnya, dia menilai pihak petahana sudah menghalalkan segala cara.

“Bahkan sampai terjadi tindakan keji dan biadab yang dilakukan oleh oknum-oknum aparat kepolisian. Mulai dari kriminalisasi ulama, aktivis, juga sampai melalukan tindakan anarkis sampai memakan korban jiwa, bahkan sampai anak-anak dibawah umur pun menjadi korban,” kata Novel kepada telusur.co.id, Senin (27/5/19).

Dalam kasus Mustofa, Novel menduga yang bersangkutan memang sudah menjadi target di dunia maya. Karena menurutnya, Mustofa adalah pegiat medsos yang sangat handal dalam memberikan spirit jihad salam medsosnya.

BACA JUGA :  PA 212, GNPF Dan Ormas Lain Akan Gelar Aksi DI MK

“Namun ada tindakan dari oknum kepolisian yang sudah langsung menetapkan sebagai tersangka, yang sebelumnya Bang Mustofa ini diciduk di rumahnya,” ujarnya. 

“Padahal kasus itu kami yakini belum tentu kasus penganiyaan itu korbannya Andri Bibir berdasarkan opini yang beredar di masyarakat, namun harus sama-sama kita bisa bekerja melakukan pengecekan tentang yang mana data yang valid itu harus perlu dibentuk tim investigasi pencari fakta yang benar-benar netral,” tambahnya.

Novel mengaku, sebagai seorang pengacara, dirinya siap jika diminta bantuan untuk mendampingi Mustofa.

“Saat ini saya selaku pengacara, siap mendampingi beliau,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Mustofa ditangkap diduga berkaitan dengan cuitannya perihal kerusuhan di Ibu Kota pada 22 Mei 2019.

“Iya (terkait cuitan soal kerusuhan 22 Mei di Jakarta),” ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul.

BACA JUGA :  Tim Relawan IT BPN Temukan 9.440 Kesalahan Pada Situng KPU

Cuitan yang dipersoalkan itu diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan tersebut menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal setelah disiksa oknum aparat. 

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,” demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa. 

Dalam surat penangkapan, Politikus PAN itu dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini