Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana

telusur.co.id – Menjelang lebaran, berbagai kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi harga. Ada yang naik. Ada juga yang turun. Guna memantau langsung pasokan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional di Surabaya dan Gudang Perum BULOG Provinsi Jawa Timur.

Komisi VI DPR RI kunjungan kerja spesifik untuk mengetahui ketersediaan dan harga pangan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriyah. Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana.

Azam mengatakan, berdasarkan kunjungan ke Bulog harga kebutuhan pokok di pasar relatif normal, bahkan cenderung turun. “Tetapi daya beli masyarakat rendah, menurun dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Azam saat memimpin Tim Kunspek meninjau Pasar Wonokromo Surabaya, Jatim, pekan kemarin.

BACA JUGA :  Telkom RDP Dengan Komisi VI DPR Bahas Kinerja

Dalam kunjungan itu, pihaknya tidak melihat adanya kenaikan harga pokok yang signifikan. Bahkan, harga komoditas cenderung mengalami penurunan mendekati Lebaran. Berdasar pengamatan dan dialog dengan para penjual, saat ini daya beli masyarakat malah cenderung turun. Pasokan ada, namun pembeli di pasar sedikit.

Sementara dalam pertemuan di Gudang BULOG Subdivre Surabaya, politisi Partai Demokrat itu meminta pemerintah untuk memperhatikan kondisi BULOG. Tugas yang diberikan untuk menyerap beras milik petani sudah dilakukan. Akan tetapi, ada kendala penyaluran yang tidak maksimal, sehingga pasokan beras di Gudang BULOG menumpuk.

BACA JUGA :  PKB Minta Komisi VI Segera Uji Calon Komisioner KPPU

Menanggapi hal ini, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG Tri Wahyudi Saleh mengatakan, saat ini pasokan beras di Gudang BULOG sangat cukup. “Kami diperintahkan untuk menyerap beras dari petani sebanyak 1,5 juta ton, dan saat ini sudah lebih dari itu, sebanyak 2,2 juta ton untuk pasokan beras,” katanya.

Tri menambahkan, jika sebelumnya beras yang disalurkan untuk beras sejahtera (rastra) sebanyak 2,7 juta ton, saat ini hanya tinggal 50.000 ton. “Artinya, pasokan tersebut masih sangat banyak, termasuk untuk menghadapi Lebaran ini juga sangat cukup,” tandas Tri.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini