Gambar/Net

Ayat yg paling banyak di ulang, dibaca dan di bahas selama dua pekan terakhir adalah Al Baqarah [2] : 183. ” Wahai org-org yg beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas org sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Banyak sekali hikmah yang umat Islam dapatkan apabila mengerjakan ibadah puasa. Meningkatkan ketakwaan seseorang bila benar dalam pelaksanaannya. Hikmah lain dari mengerjakan puasa adalah. Agar kita dapat merasakan perasaan orang yang tidak berpunya, kaum dhuafa dan para fakir miskin. Sebab mereak tanpa berpuasa, telah merasakan kelaparan. Mereka orang miskin merasakan kelaparan, karena tidak mempunyai makanan. Tidak ada kepastian kapan ada makanan dan kapan rasa lapar itu akan hilang.

Oleh karena itu, bagi orang berpunya, tergeraklah hatinya setelah merasakan lapar untuk berbagi. Apakah dalam keadaan sedang berpunya (lapang) atau pun dalam keadaan sulit (sempit). Tetap mau berbagi mengulurkan tangan untuk fakir miskin. Menjadi orang yang sabar, mampu menahan amarah. Senantiasa memaafkan secara terbuka dan memaafkan kesalahan orang lain. (Lihat. QS. Ali Imrah [3] : 134).

BACA JUGA :  "Malam Kemulian"

Tetapi kita masih melihat orang-orang yang tidak mampu menahan diri. Walau pun telah mengerjakan puasa hampir setengah bulan. Tidak ada yang membekas di dalam diri, kecuali lapar dan haus. Pergi ke toko memborong segala macam bahan kebutuhan pokok karenaa takut lapar. Pada hal, puasa yang dikerjakan mengajarkan kita rasa lapar agar bisa menyayangi kaum yang tidak berpunya.

Alangkah lebih baiknya, kita mengkaji ulang puasa yg telah kita kerjakan. Sudah berapa mendalam hikmah yang merasuk ke dalam diri. Sudah berapa jauhkah puasa merubah sikap mental kita kepada kaum yang papa tidak berpunya. Sudahkah puasa-puasa kita mampu mengekang nafsu amarah, sifat rakus, tamak dan egois. Kita bisa tidur nyenyak kekenyangan. Sementara tetangga sebelah tidak bisa tidur karena kelaparan.

BACA JUGA :  "Puasa Dan Amanat kehidupan"

Semestinya, puasa yang telah berjalan setengah bulan dapat lebih bermakna. Memberikan pengaruh yang signifikan dalaam membentuk manusia seutuhnya. Diambil hikmahnya. Menjadikan kita pribadi muslim. Yang merasakan nasib saudara muslim yang kurang beruntung, dan sulit memperoleh makanan.

Salam dari Mutiara Baru.
Selasa, 21 Mei 2019.

abu hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini