Majelis Bawaslu RI (Ist)

telusur.co.id – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) memutuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersalah atas dua hal yang dilaporkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Pelanggaran itu terkait proses pendaftaran lembaga quick count dan entri data di Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng).

Keputusan ini berdasarkan pada hasil sidang putusan yang diselenggarakan Bawaslu dan surat putusan Bawaslu Nomor: 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Komunitas Pemuda Madani, Furqan Jurdi menilai sebagai kemajuan untuk melihat pelanggaran Pemilu Yang Terstruktur, Sistematis dan Massif.

“Keputusan Bawaslu itu menjadi pintu pertama untuk melihat terjadinya pelanggaran Pemilu, baik yang dilakukan oleh kontestan dan penyelenggara” Kata Furqan melalui keterangan tertulisnya, Jumat

BACA JUGA :  Bawaslu, KPU dan DKPP Bakal Gelar Pertemuan Esok Hari

Selain itu, menurutnya, keputusan Bawaslu itu mengindikasikan ada skenario yang di mainkan oleh lembaga survey, KPU dan paslon yang berkompetisi.

“Dengan adanya putusan tersebut, kita dapat mengetahui ada dugaan persekongkolan yang terjadi diantara kontestan, lembaga survey dan KPU dalam mengatur skor hasil pemilu,” lanjut Aktivis Muda Muhammadiyah ini.

“Kita tahu, bahwa dari awal Lembaga Survey diduga sudah terafiliasi dengan calon tertentu, dan buruknya, KPU seakan-akan dianggap ingin menyamakan Hasil Quick Count dengan hasil yang ditayangkan di situng KPU. Maka disini kita bisa menduga ada persekongkolan yang sempurna,” tutupnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini