Gambar/Net

Selama bulan Ramdhan, banyak sekali kejadian-kejadian besar bagi umat Islam, pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wassalam. Dalam bulan Ramadhan ini, Allah Subhannahu wa Ta’ala menurukan Al Qur’an. Sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu. Serta pembeda antara yang benar dan yang batil. (Lihat. QS. Al Baqarah [2] : 185).

Kemudian dalam bulan yang penuh berkah itu, juga terjadi peristiwa besar lainnya. Yakni berlangsung perang Badr, di sebuah desa sebelah barat kota Medinah yakni desa Badr. Dalam perang tersebut, terjadinya peristiwa agung. Allah Azza wa Jalla, meninggikan agama Islam. Dalam perang tersebut Allah membedakan kebenaran dan kebatilan. Umat Islam menumpas kekufuran dan kecurangan. Pada hari ini, terjadinya peristiwa antara yang benar dan yang batil. Disebut dengan peristiwa Yawm al Furqan. (Lihat. QS. Al Anfal [8] : 41).

BACA JUGA :  "Malam Kemulian"

Peperangan di pimpin Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam. Kekuatan lawan ada sebesar tiga kali lipat dan di lengkapi segala macam senjata modren pada zaman itu. Sementara pasukan umat muslim yang dipimpin Nabi Muhammad Saw, hanya berjumlah sepertiganya (lebih kurang 300 org) dengan senjata seadanya. Walau pun dalam keadaan berpuasa, umat muslim bersemangat tinggi. Untuk menundukan kafir Quraisy. Mereka berperang dengan semangat jihad fisabilillah. Membela agama, mengejar mati sahid dalam keadaan sedang berpuasa. Membela agama Allah dari kaum kafir yang licik dan curang.

Dengan pertolongan Allah, kaum kafir Quraisy berhasil di tundukan. Di dalam peperangan ini musuh Islam Abu Jahal berhasil di bunuh. Allah Swt, berfirman yg artinya berbunyi : “Dan takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya dan mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al Baqarah [2] : 123).

BACA JUGA :  "TANGAN PANJANG DI BULAN RAMADHAN"

Dapat kita bayangkan bagaimana beratnya perjuangan umat Islam zaman itu. Dalam kondisi serba kekurangan alat perang. Bahan makanan yang seadanya untuk sahur dan berbuka puasa. Siang hari di bawah terik matahari daalm keadaan berpuasa harus menghadapi kaum kafir Quraisy. Sangat kuat, licik dan curang. Tetapi semua itu tdk mengurangi semangat mereka. Berkat keteguhan iman dan kepemimpinan yang solid. Malam hari mereka beribadah tarawih, siang berperang. Akhirnya membawa kemenangan.

Tidak ada alasan bagi umat Islam kalau berpuasa harus mengurangi beban kerja. Dengan belajar sejarah perjuangan umat Islam zaman terdahulu. Kita terus gelorakan perjuangan membela agama dan berpuasa untuk menegakan keimanan dan ketakwaan.

Salam dari Mutiara Baru.
Sabtu, 25 Mei 2019.

Abu Hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini