Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. FOTO: istimewa

telusur.co.id- Tim Prabowo-Sandi, pada akhirnya mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi, pada jam-jam akhir penutupan pendaftaran.

Dengan membawa 51 bukti adanya dugaan kecurangan Pilpres yang terstruktur, sistimatif dan masif (TSM). Kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sengketa Pilpres, Bambang Widjajanto berharap MK mau menguji kecurangan yang dianggapnya sangat dahsyat itu dan MK tidak menjadi Mahkamah kalkulator yang hanya menguji soal angka.

Mengenai hal itu, Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, membuktikan kecurangan Pilpres yang terstruktur, sistimatis dan masif (TSM), bukan perkara mudah.

BACA JUGA :  PAN Tak Masalah MK Kabulkan Uji Materi UU Pemilu

Melihat, lingkup Pilpres sangatlah luas, mulai dari intsrumen penyelenggara yang berlipat-lipat dan jumlah pemilih yang sangat banyak. Tidak seperti Pilkada.

“Terus terang bukan sesuatu yang mudah untuk membuktikan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan sistematis (TSM),” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (25/5/19).

Meskipun pasangan capres 02, menggandeng Bambang Widjajanto, Titi juga ragu kecurangan Pilpres yang dimohonkan tim Prabowo-Sandi akan terbukti di pengadilan konstitusi.

“Meskipun kuasa hukum dari 02, Pak BW, itu punya sukses story, satu-satunya putusan MK yang pernah mendiskualifikasi peserta pemilu adalah ketika Pak BW menjadi kuasa hukumnya. Yakni di Pilkada Kota Waringin Barat tahun 2010,” ungkapnya kembali. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini