telusur.co.id – Kendati Pilkada serentak akan diselenggarakan tahun 2020, tetapi, beberapa elemen masyarakat sudah ancang-ancang mencari figur yang akan disokong.

Di Tangerang Selatan (Tangsel) misalnya, tokoh agama dan pemuda sudah mengadakan diskusi dan dialog kecil membicarakan Tangerang Selatan kedepan.

Obrolan ringan itu digelar sembari Buka Bersama di Restoran APSG Ciputat, Rabu sore, kemarin.

Pembicaraan semakin hangat dan menarik, karena di tahun 2020 Tangsel termasuk Pilkada Serentak. Pertahana sudah bisa dipastikan tidak ambil bagian lagi dalam kontestasi Pilkada didaerahnya penyangga ibukota ini. Lantaran sudah 2 periode Airin Rachmi Diany, menakhoda pembangunan daerah yang bermotto Religius, Modren Dan Partisipatif.

Para tokoh yang hadir dalam acara ini, mereka dulu banyak terlibat dalam cikal bakal berdirinya Kota Tangerang Selatan, pemekaran DOB dengan nama Kota Cipasera (Akronim yang diambil dari nama beberapa kecamatan yang tergabung dalam wilayah ini).

“Jamak saja kalau kami peduli pada pembangunan kota ini kedepan”, kata KH. Syofyan Effendi, SE, yang sehari hari aktif di Institut Ilmu Qur’an Jakarta di Ciputat.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan yang sudah diletakan oleh Walikota Sekarang ini sudah cukup bagus, dan harus diteruskan oleh orang yang paham tentang pembangunan kota ini, yang sudah berkutat langsung di arena ini.

“Lebih bagus lagi kalau tokoh muda, energik dan visioner yang memegang Kota Tangsel mendatang”, katanya dengan semangat. “Mari kita cari tokoh muda yang masuk dalam kriteria itu”, katanya.

Seiring dengan itu, H. Syarman H. Tjik mengatakan, kedepan Tangerang Selatan lebih berat lagi beban tantangannya dalam segala hal.

“Maka bagaimana konsep ideal kota ini kedepan, kota penyangga ibukota. Beban Jakarta berimbas ke kota, apapun persoalan Jakarta. Berarti kota Tangsel tidak hanya menerima bebannya, tetapi benafidnya juga. Karena itu harus visioner dan kreatif.” Kata tokoh Ciputat yang banyak aktif di organisasi kemasyarakatan ini. “Untuk lebih detail dan spesifiknya, perlu kita formulasi bersama”, katanya.

Sementara itu, Nasir Zarkasih mempertegaskan tentangTokoh Muda yang merakyat. ” Kelompok atas komunikatif dan kelompok bawah aspiratif”, katanya.

Hadir dalam acara ini juga hadir, H. Zuher Husni, Tomy Patria, H. Azkar Badri, dan beberapa tokoh lainnya. (ham)

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini