Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: istimewa

telusur.co.id – Media sosial dibuat heboh dengan informasi yang menyebut Bareskrim Polri mengendalikan server Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

Menanggapi hal tersebut, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, bahwa informasi tersebut tidak benar, atau hoaks. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami siapa dalang dibalik informasi bohong tersebut.

“Informasi (Situng KPU dikendalikan Bareskrim Polri) itu hoaks. Sedang kita dalami penyebarnya,” ujar Dedi, Senin (6/5/19).

Dedi juga menjelaskan, Dittipid Siber Bareskrim Polri tengah bekerja untuk menindak pelaku hoaks ini. Jika nantinya tertangkap, pelaku kemungkinan akan dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA :  75 Persen Hoaks Ternyata Tak Bisa Diidentifikasi Masyarakat

“Sedang kita dalami, itu kemungkinan masuknya ke UU ITE,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejak Sabtu (4/5/19) beredar pesan berantai bahwa Mabes Polri di Gambir menjadi pusat kendali Situng KPU sudah menyebar digrup- grup media sosial. Informasi ini cukup viral dan meresahkan masyarakat.

Berikut adalah isi pesan hoaks tersebut

GILA … TERNYATA BARESKRIM MABES POLRI DI GAMBIR JADI PUSAT KENDALI SITUNG KPU ‼

ALHAMDULILLAH PENYUSUP TERLACAK ‼

KATA PAKAR ITB , ADA INTRUDER DI SITUNG KPU ……..
INTRUDER BERFUNGSI MENGUBAH DATA UNTUK DISESUAIKAN DENGAN HASIL QUICK COUNT ……

BACA JUGA :  Akrab dengan Gadget, Milenial Rentan Terpapar Hoaks

Dengan intruder ini, maka perolehan suara paslon 02 tidak akan mampu menyalip posisi 01
Bahkan mendekati pun tidak, meski ada suara tambahan besar2an pada paslon 02 . (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini