Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli dalam dialog kebangsaan bertajuk 'Peran Masyarakat, TNI, dan Polri pada Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta Dalam Menanggulangi Kerusuhan' di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (29/5/19).

telusur.co.id – Pihak kepolisian diminta tidak hanya menangkap para perusuh di lapangan, tapi juga mengungkap dalang dibalik kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Hal itu diungkapkan Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli dalam dialog kebangsaan bertajuk ‘Peran Masyarakat, TNI, dan Polri pada Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta Dalam Menanggulangi Kerusuhan’ di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (29/5/19).

“Kita minta kepada aparat tidak hanya menangkap kroco-kroco, petugas lapangan yang melempar bom molotov, yang melempar batu, tetapi juga sutradara, siapa yang ngasih uang, ini yang lebih penting menurut saya,” kata Guntur.

BACA JUGA :  Partai Koalisi Pemerintah Ribut Karena Urusan Poligami

Oleh sebab itu, Guntur mengimbau agar masyarakat memberikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian dalam mengungkap sutradara, dalang, hingga donatur kerusuhan yang menyebabkan 8 orang meninggal dujia dan ratusan luka-luka.

“Kita perlu dukungan penuh kepada polisi untuk mengungkap sejelas-jelasnya siapa pelaku, siapa dalang, siapa donaturnya. Ini yang lebih penting, dari pada kita misalnya mengangkat preman-preman jalanan yang katakanlah hanya mendapat 200 ribu, 300 ribu,” ungkap intelektual muda NU itu.

Guntur menduga, kerusuhan tersebut tidak terjadi secara spontan, tapi sudah didesain sedemikian rupa. Hal itu dilihat dari kronologis kejadian dan barang bukti yang disita polisi. Salah satunya ia menyinggung ambulans berlogo partai politik yang  membawa batu untuk kerusuhan.

BACA JUGA :  Partai Koalisi Pemerintah Ribut Karena Urusan Poligami

“Kalau kita melihat, gerakan kerusuhan ini bukan gerakan spontan. Aksi tanggal 21 siang ok damai, sampai tarawih selesai, salaman, kalau kita baca (di media). Tapi jam 10 (malam) sudah ada tuh kelompok-kelompok yang di Jalan Wahid Hasyim, dari Tanah Abang kemudian lempar-lempar batu ke petugas, itu kan jelas sudah by design,” terang Guntur.

“Kalau anda melihat tanggal 22 siang di jalan MH Thamrin dan Wahid Hasyim itu semuanya penuh dengan batu, padahal di sekitar situ gak ada batu, jadi siapa yang bawa batu itu? Ternyata ada ketangkap, bahwa ada ambulans yang membawa batu,” pungkasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini