Tanpa di sadari, ketika kita menjalankan ibadah puasa. Ada pelajaran tentang amanat kehidupan yang merasuk di dalam diri. Kita dapat merasakan betapa susahnya kehidupan sebagian orang. Mereka tidak berpunya. Tidak ada makanan merupakan bagian dari kehidupannya sehari-hari. Itulah kehidupan kaum dhuafa, fakir miskin yang tidak berpunya.

Sementara itu, tidak semua orang yang bisa mengambil pelajaran. Ini karen mereka menjalankan kehidupan di dunia hanya sebagai senda gurau saja. “Menjadikan agama sebagai permainan dan senda gurau. Mereka tertipu oleh kehidupan dunia.” (QS. Al An’am [6] : 70).

Merasa kaya, punya harta, punya jabatan dan kekuasaan. Sering di puja dan di puji, sehingga lupa diri. Semua orang menghormati dirinya. Tidak ada yang membekas dari ibadah-ibadah yang dikerjakannya. Mereka tidak menyadari, hari ini sangat di hormati. Dengan sangat cepat menjadi orang hina karena menjadi pasien KPK. Begitu sebaliknya, beberapa waktu lalu bukan siapa-siapa. Sekarang menjadi orang hebat dan terkenal.

BACA JUGA :  "TANGAN PANJANG DI BULAN RAMADHAN"

Tetapi kita mau menyampai titipan Allah kepada yang berhak. Harta kekayaan yang ada, adalah dari Allah Azza wa Jalla. Sebagian dari harta kekayaan tersebut, ada bagian untuk kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim. Itu merupakan amanah yang dipercayakan dan harus di sampaikan kepada yang berhak.

Ketetapan dan takdir Allah membuat nasib orang cepat berobah. Allah berikan kekuasaan kepada siapa Engkau kehendaki. Allah cabut kekuasaan dari orang yang di kehendaki. Allah muliakan atau hinakan orang yang di kehendaki. Karena di tangan Allah segala kebajikan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah beri rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan. (Lihat. QS. Ali Imran [3] : 26-27).

BACA JUGA :  "Malam Kemulian"

Begitulah sebuah amanat kehidupan yang bisa kita ambil dalam menjalankan ibadah puasa. Semua berjalan dan berputar menurut sunnatullah. Kehendak Allah lah yang menentukan segala nya. Sebuah amanah diberikan atau sebaliknya sebuah amanah di lepaskan.

Jangan pernah terbuai dengan apa yang ada di tangan kita. Jabatan, kedudukan, kekuasaan serta kekayaan, semua adalah titipan. Semua adalah amanah dan cobaan. Hari ini kita masih bisa tegak berdiri menjalankan ibadah puasa. Tidak ada jaminan besok pagi kita masih bisa makan sahur. Oleh karena itu, jangan pernah mengkhianati Allah dan Rasul. Jangan pula mengkhianati amanat yang dipercayakan. Pada hal kita mengetahui. (Lihat. QS. Al Anfal [8] : 27).

Salam dari Mutiara Baru.
Ahad, 19 Mei 2019.

abu hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini