Ketika kita menjalankan, mengerjakan puasa ramadhan. Tanpa terasa muncul rasa kasih sayang dlm diri. Pada siang hari, kita semua yg menjalankan puasa, menjaga perut dari berbagai makanan dan minuman. Menjaga kehormatan diri dari berbagai yg membatalkan puasa. Menjaga lidah jangan sampai terucap kata-kata yang tidak sepantasnya.

Menjelang sore, kita berbagi dengan saudara-saudara sesama muslim. Menyiapkan makanan kecil dan minuman untuk di bagikan kepada orang yang membutuhkan untuk berbuka puasa. Juga telah di tempatkan untuk jama’ah sholat maghrib di mesjid di dekat rumah. Begitulah rasa kasih sayang tercurah dengan berbagi kepada sesama.

Mereka telah mengamalkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Dalam bentuk kasih sayang. Yakni berbagi dengan saudara sesama muslim yang sedanhg dalam perjalanan untuk berbuka. “Orang-orang yang berinfak, baik dalam waktu lapang maupun sempit. Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran [3] : 134).

Sebenarnya, dengan berpuasa kita sedang menjalankan pendidikan moral. Sehingga orang-orang yang berpuasa selalu eling dan sadar serta bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla. Menjalankan puasa merupakan salah satu sarana penggemblengan jiwa. Agar senantiasa sabar, tabah dan tetap semangat. Tidak gampang berputus asa, karena akan mencapai kebahagian saat berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah.

Oleh karena itu, selama menjalankan ibadah puasa kita di latih untuk menahan diri dari sifat-sifat. Rakus, tamak, serakah, iri hati, dengki, berbuat curang untuk menjadi juara. Sebaliknya memperkuat rasa kasih sayang dan persaudaraan sesama saudara umat manusia. Pada saat menjalankan ibadah puasa, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin. Antara pejabat, komandan dengan staf dan anak buah. Semua sama, menahan lapar dan haus sejak dari fajar hingga waktu maghrib.

Dengan rasa lapar dan haus. Menimbulkan rasa yang sama di antara umat. Sehingga muncul rasa kasih sayang dengan saudaranya. Di harapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial. Maka nya di akhir-akhir bulan ramadhan kita wajib menunaikan zakat fitrah. Untuk membahagiakan sesama saudara. Karena faktor utama kesenjangan. Adalah adanya jurang yang menganga lebar antara si miskin dan si kaya.

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Mereka khusuk mengerjakan sholatnya. Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna. Dan menunaikan zakatnya.” ( Lihat. QS. Al Mu’minun [23] : 1-4).”

oleh : Abu Hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini