telusur.co.id – Saat mendampingi Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan sejumlah dugaan kecurangan dan penipuan dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019 kepada koresponden media internasional.

Menurut Sandi, dugaan kecurangan pemilu yang telah dipaparkan bukan omong kosong belaka. Ia pun membeberkan sejumlah fakta yang ia temui di lapangan.

“Semua ini adalah fakta. Poitik uang, KPK menemukan 400.000 amplop yang diisi uang untuk dipakai sebagai serangan fajar, ini bisa dibilang money politics,” kata Sandiaga di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (6/519).

BACA JUGA :  Prabowo Akan Kumpul Bareng BPN Di Kertanegara Usai Nyoblos

Fakta lainnya, lanjut Sandiaga, selama masa kampanye paslon 02 selalu kesulitan untuk mendapatkan izin berkampanye.

“Saya mengalami itu sendiri. Kadang-kadang saya dapat kabar yang tiba-tiba bahwa izin kampanye dicabut begitu saja, atau izin yang harusnya dikasih, ternyata tidak dikasih jadi harus berubah tempat di menit-menit terakhir. Alat peraga kampanye juga banyak dirusak,” beber Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, indikasi kecurangan yang terjadi telah menciderai proses demokrasi. Gelaran pemilu terancam tidak berlangsung demokratis. Sementara rakyat menghendaki pesta demokrasi yang berlangusng jujur dan adil.

BACA JUGA :  Wajar, Keprihatinan Prabowo Terhadap 'Ojol' Dan Kegemasan Jokowi Ingin Menabok

“Selama 10 hari ke belakang, saya sudah keliling beberapa provinsi. Saya kira sudah sangat jelas, dan rakyat sudah berbicara lantang bahwa mereka menginginkan perubahan. Rakyat juga menginginkan pemilu yang jujur dan adil,” ucap Sandi.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini