Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Aswanto / telusur.co.id

telusur.co.id – Pada saat proses sengketa pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, diharapkan tidak ada pengerahan massa baik dari pihak 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, maupun pihak 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MK Aswanto, di gedung MK, Jumat (24/5/19).

“Kita berharap tidak perlu ada pengerahan massa,” kata Aswanto.

Dirinya memastikan sembilan hakim MK yang menangani perkara, tidak akan terpengaruh dengan apapun termasuk pengerahan massa. Hal itu pula pernah terjadi di Pilpres 2014.

Saat itu, kata dia, hakim-hakim menggelar rapat permusyawaratan untuk penentuan hasil di lantai 16. Sedangkan di depan gedung ribuan orang melakukan demo. Namun hal itu tidak pengaruhi keputusan.

BACA JUGA :  Pengamat Nilai Kredibilitas MK Tercoreng, Karena Pelanggaran Etik

“Kita yakin seyakin-yakinnya hakim tidak akan terpengaruh dengan pengerahan massa.”

Dirinya menyarankan, daripada berdemo, alangkah baiknya massa berkonsentrasi membuktikan kecurangan-kecurangan yang ada di persidangan MK nanti.

“Lebih bagus mereka konsentrasi menyiapkan bukti-bukti. Karena yang menjadi dasar MK dalam memutus nanti adalah apa yang didalilkan harus dibuktikan,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini