Bendera Iran

telusur.co.id – Pemerintah Iran mengancam akan keluar dari kesepakatan terkait nuklir. Namun, banyak negara dan pejabat PBB merayu agar Iran tetap mempertahankan kesepakatan 2015.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres salah satu pihak yang berharap kesepakatan nuklir Iran dapat diselamatkan. Hal itu diungkapkan juru bicaranya, Farhan Haq.

Menurut Farhan, Sekretaris Jenderal terus kembali menyatakan bahwa Rencana Aksi Gabungan Menyeluruh (JCPOA) merupakan prestasi besar dalam anti-penyebaran nuklir dan diplomasi dan telah memberi sumbangan bagi ekamanan serta perdamaian regional dan internasional sehingga perlu dipertahankan.

BACA JUGA :  PBB Arak Poster Save Gaza di Tengah Ribuan Massa Aksi 287 Tolak Perppu

Kesepakatan bersejarah itu antara Iran kelompok negara P5+1 — kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman– memberlakukan pengekangan ketat atas program nuklir Iran sebagai imbalan bagi pencabutan sanksi lama AS.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut dalam waktu 60 hari jika kepentingan Teheran tidak dilindungi.

Iran juga bersiap melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya kapan saja diperlukan, kata Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi.

“(Guterres) sangat berharap bahwa Rencana Aksi Gabungan Menyeluruh dapat dipelihara,” kata Haq dilansir Reuters.

BACA JUGA :  Soal Koalisi Keumatan, Gerindra Bantah Tak Ajak PBB

Senada dengan Sekjen PBB, Prancis juga meminta Iran agar menghormati semua komitmennya dalam kesepakatan nuklir dan perjanjian non-proliferasi serta memperingatkan mengenai peningkatan ketegangan yang ditimbulkan.

Prancis mengatakan mereka bertekad untuk memastikan bahwa kesepakatan tersebut sepenuhnya dijalankan dan bertekad untuk memastikan sumber finansial dan ekspor tetap dibuka. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini