Politisi Partai Golkar, Amin Fauzi di Gedung KPK / Ist

telusur.co.id – Selain gratifikasi mega proyek Meikarta yang menjerat Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hassanah Yasin, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan bakal membongkar kasus suap dan gratifikasi dilingkungan Pemkab Bekasi.

Hal itu sebagaimana disampaikan politisi Partai Golkar, Amin Fauzi, usai dirinya melakukan komunikasi dengan KPK, Rabu kemarin.

“Kasus yang mendera pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan gratifikasi Meikarta, akan menjalar terhadap kasus suap dan gratifikasi lainnya selama kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin,” kata Amin Fauzi, kepada wartawan, Kamis (16/5/19).

Dikatakan Amin, KPK bakal menuntaskan kasus yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi satu persatu. Beberapa bocoran, seperti mutasi jabatan dikalangan birokrat Apatur Sipil Negara (ASN) dan sebagainya.

BACA JUGA :  KPK Pastikan KTP-el Yang Tercecer Di Bogor Bukan Barbuk Kasus

“Kasus suap telah menggurita. Nih, bocoran yah, terkait mutasi jabatan nanti Meikarta selesai bakal masuk yang berkaitan dengan jual beli jabatan,” kata mantan calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VI, meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta.

Sebab lanjut Amin, ada beberapa pengakuan yang ia lihat dan dengar langsung penerimaan uang di sekitar kenaikan pangkat, jabatan mutasi. “Ini hampir semua merata dan angkanya cukup signifikan.”

Selain itu, Amin juga mengungkap persoalan Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin diduga meminta pungutan terhadap proyek infrastruktur yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pasca itu akan masuk lagi persoalan proyek infrastruktur, bagaimana kita sudah melihat apa yang terjadi di dinas ini. Ada pungutan seorang bupati tentang persentase di semua dinas ini akan diurai juga,” kata mantan Ketua KNPI Kabupaten Bekasi ini.

BACA JUGA :  Zumi Zola Sudah Dipecat

Amin Fauzi mengungkapkan bobroknya birokrasi Pemerintahan Kabupaten Bekasi diakibatkan mandulnya kinerja Kejaksaan Negeri Cikarang.

Menurut dia, Kejari Cikarang sengaja menutupi banyaknya kasus korupsi proyek APBD. “Mandul, kalau jalan di tempat masih berkerja ini mah mandul nggak ada gerakan di depan mata dia padahal dia (kejari) tahu, korupsi proyek-proyek APBD dia tahu, bohong dia tidak tahu, bulshit kalau dia tidak tahu,” kata Amin Fauzi. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini