Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto/Net

telusur.co.id – Pasca penetapan pemenang pemilu 2019, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan memanas. Pemicunya adalah perebutan jabatan dan posisi di legislatif dan eksekutif.

Jabatan yang diperebutkan adalah kursi ketua MPR. Selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar juga menginginkan orang nomor satu di MPR.

Keinginan itu diungkapkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Minggu. Airlangga mengucapkan di depan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, termasuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

BACA JUGA :  Dihadapan Generasi Milenial HNW Tekankan Bahwa Politik Bagian dari Bela Negara

Kata Airlangga, dalam konteks kesantunan politik, telah jelas dalam UU MD3 bahwa pemenang pemilu akan menjadi ketua DPR berikutnya. Dalam hal ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan wakilnya secara berurutan sehingga akan wajar.

“Apabila dalam nanti dalam pemilihan ketua MPR, yang dipilih dalam sistem paket, paket koalisi Indonesia Kerja, wajar juga mengusung paket dengan ketua (MPR) dari Partai Golkar,” katanya.

Apalagi, dia menjelaskan, Partai Golkar pemenang kedua di pemilu. Jadi, wajar jika Golkar mengusulkan sebagai ketua MPR.

Mengenai kepastiannya, Airlangga mengaku akan dibahas setelah pengumuman oleh KPU termasuk siapa nama yang akan disodorkan sebagai ketua MPR.

BACA JUGA :  HNW Sebut Kaum Buruh Ikut Andil dalam Kemerdekaan Indonesia

Namun, Airlangga mengaku terbuka dengan partai lain di luar koalisi untuk masuk dalam paket pimpinan MPR.

“Nanti kita bahas, kita akan pilih dari partai yang terbaik,” ucap Airlangga. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini