Ilustrasi partai politik. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, mendapat tamparan keras. Pasalnya, koalisi Jokowi-Amin di Kabupaten Bekasi, diprediksi bakal pecah.

Penyebab pecahnya koalisi itu, diduga dipicu oleh sikap arogansi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman yang mengeroyok calon anggota legislatif dari Partai Nasdem, Taih Minarno.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito membenarkan adanya pengeroyokan di GOR Tambun usai melakukan rapat pleno perhitungan suara Pemilu 2019 pada Minggu (12/5/2019) dini hari. “Iya benar, masih diselidiki lebih lanjut,” kata AKBP Rizal Marito, Selasa (14/5/2019).

Korban bernama Taih Minarno (51) seorang caleg Partai Nasdem dari dapil V Kabupaten Bekasi. Sedangkan terduga pelaku bernama Soleman, seorang caleg PDIP dari dapil III Kabupaten Bekasi.


Politisi Partai Nasdem, Taih Minarno berbaring di Rumah Sakit

Berdasarkan pengakuan Taih, kala itu sekitar pukul 03:00 WIB, ia sedang diwawancarai beberapa wartawan usai menjadi saksi di rapat pleno di GOR Tambun. Tak lama kemudian, ia dipanggil seseorang untuk menemui Soleman di dekat lokasi.

Selanjutnya, Taih Minarno menghampiri Soleman yang tidak jauh dari lokasi saat ia diwawancarai wartawan. Saat bertemu dengan Soleman, ia langsung dilempar menggunakan kursi yang terbuat dari plastik dan mengenai badan Taih.

“Selesai wawancara saya dipanggil sama Jio (saksi) katanya dipanggil Soleman, saya samperin, dia (Soleman) bilang ‘Sok tahu lu!’, nggak sampe satu menit dilempar kursi plastik kena badan ya luka, saya tangkis kena tangan saya, kelingking saya bengkak,” ucap Taih Minarno, Minggu (12/5/2019) dini hari.

Tak lama kemudian, Taih kembali dilempar menggunakan kursi yang terbuat plastik. Selanjutnya, Taih dikeroyok oleh rekan-rekan Soleman yang berjumlah sekitar 5 orang.

“Supirnya dia (pelaku) juga gebuk (pukul) saya terus ada lagi yang nendang saya sampai pingsan saya. Saya sendiri dikeroyok nggak ada perlawanan cuma tangkis-tangkis saja buat ngelindungi diri saya, karena orangnya banyak nggak tahan saya, sekitar 4 sampai 5 orang,” jelas mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bekasi.

Aksi pengeroyokan tersebut membuat Taih mengalami luka-luka di sekujur tubuh hingga harus dilakukan perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.


Politisi Partai Nasdem, Taih Minarno

Taih mengaku, dirinya tidak mengetahui persoalan yang terjadi hingga dirinya dikeroyok. “Saya nggak tahu juga (permasalahan). Mungkin karena saya diwawancarai media barangkali,” katanya.

Saat diwawancarai wartawan, Taih mengaku memberikan keterangan adanya saksi atau caleg dari Partai PDIP yang tidak terima saat rapat pleno di GOR Tambun.

“Karena dia yang mempermasalahkan (perhitungan) di Desa Mangunjaya dan Desa Sumber Jaya barang kali itu kali. Dia minta dihitung ulang, kan ada 400 TPS di dua desa itu, setahu saya yang saya lihat dari 400 TPS yang saya lihat ada 5 TPS nggak masalah. Itu memang hasilnya setelah dicek ketua panitia sama, sesuai,” paparnya.

Rapat Internal

Sementara itu, politisi Partai Nasdem, Rohim Mintaredja menjelaskan DPW Jawa Barat Nasdem sudah melakukan rapat internal dan memutuskan akan terus menindaklanjuti kasus ini.

Mantan Wakil Bupati Bekasi ini menyayangkan sikap Soleman yang sangat arogan dan tidak pantas dilakukan seorang wakil rakyat. Ia berharap pihak kepolisian bisa dengan cepat menangani kasus ini.

“Misalkan tidak puas, tinggal ke MK untuk menggugat. Kalau ini tindakan main hakim sendiri dan yang disayangkan Soleman itu ketua partai, kemudian juga anggota dewan, sekaligus ketua fraksi juga di DPRD. Apalagi mereka itu partai yang berkuasa, bisa memberikan contoh yang baguslah untuk yang lain-lainnya, terutama untuk internal dewan sendiri,” katanya.

“Kalau dewan kelakuannya sudah kaya gitu, bagaimana rakyatnya nanti? Saya dari Nasdem sudah rapat internal. Keputusannya dengan ketua DPW akan kita tindak lanjut terus pidananya,” lanjut Rohim Mintaredja.

Aksi pengeroyokan tersebut telah dilaporkan Taih yang tertuang di nomor laporan LP/498/356-SPKT/K/V/2019/Restro Bekasi dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Terlapor adalah Soleman, Tedi dan lainnya.

Barang bukti yang diajukan adalah visum bernomor B/51/VERN/2019/Sek Tambun dan satu buah kursi plastik.

Rekaman video usai aksi pengeroyokan politisi Nasdem Taih Minarno ramai tersebar di kalangan masyarakat. Video berdurasi 4.47 menit itu memperlihatkan kesigapan polisi mencari terduga pelaku penggeroyokan.

Dalam video itu, tampak Taih menunjuk Ketua PDIP Kabupaten Bekasi, Soleman ketika diminta pihak kepolisian mencari terduga pelaku pengroyokan.

“Saya dilempari kursi sama Soleman. Saya lagi begini dilempari kursi. Saya dilempari Demi Allah, Demi Rasululloh. Ada berempat,” kata Taih seraya menunjuk Soleman dalam video tersebut.

“Yang lemparin kursi siapa? Wah aneh-aneh aja, lu cuma gua bilang bikin kacau gitu lo. Ga tahu siapa,” kata Soleman sewaktu disebut Taih.

Dalam perdebatan antara Soleman dan Taih itu, pihak kepolisian tampak langsung beralih mengamankan terduga pelaku lainnya yang berada jauh dari kerumunan. Taih sendiri menyebut ada 4 orang yang menggeroyoknya.

Diketahui terduga pelaku itu bernama Tedi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tedi merupakan rekan Soleman, hal ini dilihat dari unggahan foto di media sosial Soleman. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini