Presiden Amerika Serikat (USA) Donald Trump (kiri) dan Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani (kanan)/Net

telusur.co.id – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat semakin memanas. AS telah memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran sejak keluarnya unilateral dari perjanjian nuklir, dinegosiasikan antara Teheran dan enam kekuatan dunia pada 2015.

Pekan lalu, Washington mengirim kapal laut dan pembom ke Timur Tengah dengan alasan ancaman yang tidak ditentukan dari Teheran.

Sikap Amerika tersebut ditentang para menteri dari negara-negara penandatangan Eropa untuk perjanjian nuklir seperti Jerman, Inggris dan Perancis. Semuanya secara terbuka mengkritik pendekatan garis keras AS.

Federica Mogherini, kepala diplomatik Uni Eropa, menekankan perlunya dialog setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang melakukan kunjungan pada menit terakhir ke Brussels pada hari Senin untuk berbagi informasi tentang “meningkatnya” ancaman dari Iran.

BACA JUGA :  Ayatollah Ali Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Negosiasi Dengan Amerika

Di hadapan Pompeo, Mogherini mengatakan UE terus mendukung sepenuhnya perjanjian itu, yang memberlakukan batasan pada program nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi.

“Selalu lebih baik berbicara daripada tidak melakukannya, terutama ketika ketegangan muncul,” katanya dilansir aljazeera.com.

Lantas bagaimana respon Mike Pompeo? Mogherini mengatakan jika Pompeo mendengarnya pernyataa UE dengan sangat jelas. “Tidak hanya dari diri saya sendiri, tetapi juga dari negara-negara anggota UE lainnya, bahwa kita hidup di saat sulit yang krusial di mana sikap paling bertanggung jawab yang harus diambil adalah pengekangan maksimum.”

BACA JUGA :  Iran Dukung Venezuela Lawan Intervensi AS

Pompeo, yang bertemu secara terpisah dengan para menteri, tetapi tidak dalam pengaturan bersama, enggan berbicara kepada wartawan. Ia meninggalkan kantor pusat UE tanpa pernyataan. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini