telusur.co.id – Sebanyak 257 pelaku kerusuhan aksi 22 Mei sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku mendapatkan informasi bahwa tidak semua massa aksi mengetahui apa yang menjadi tuntutan mereka. Bahkan, tidak sedikit diantara meraka adalah para preman bayaran.

“Saya tahu berdasarkan informasi dari aparat, yang demo itu tidak semuanya mengerti apa yang dilakukan. Banyak diantara mereka itu sebenarnya merupakan preman-preman bayaran,” kata Mahfud usai acara Bukber Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) di Rumah Bersama Pelayan Rakyat (RBPR), Jalan Erlangga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/19) malam.

BACA JUGA :  Sambangi KPK, Mahfud MD Akui Diskusikan Beberapa Kasus Dengan Pimpinan KPK

Menurut Mahfud, ratusan pelaku yang sudah ditahan oleh kepolisian itu merupakan bukti bahwa banyak diantara mereka memang ditugaskan membaut kericuhan.

“Sekarang sudah ada 257 orang yang ditahan. Nah, itu lah mereka itu pengacau-pengacau itu merupakan bagian dari sekian banyak orang yang disewa untuk membuat kekacauan dan itu valit bukan fitnah,” tegasnya.

Bahkan, tutur Mahfud, ada pelaku yang ditangkap sedang membawa senjata tajam. Kemungkinan, pelaku tersebut sebagai “martir” agar melakukan penembakan kepada sesama pengunjuk rasa. Dengan tujuan agar aparat keamanan yang akan dipersalahkan.

BACA JUGA :  Kata Mahfud MD, Tidak Bisa Ma'ruf Amin Diganti Ditengah Jalan

“Itu kan bisa saja itu dalam proyek mencari martir, kan ditembak ke temannya sendiri lalu dituduh aparat. Dan, senjata nya itu sudah dirampas sudah ditemukan oleh polisi, tadi ditunjukkan di televisi itu diambil dari mereka yang melakukan aksi,” tukas Mahfud. [Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini