telusur.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mendesak dilakukan investigasi atas penemuan ratusan protektil peluru tajam di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Penggunaan peluru tajam harus segera di-investigasi dan dibuka ke seluruh dunia,” desak Fahri melalui akun twitternya, Rabu.

Jika tidak diungkap ke publik dan dunia, Indonesia akan disebut sebagai negara yang mengamini kejahatan dalam demokrasi. “Sebab kalau tidak kita kena delik kejahatan HAM seperti 1998 dan setelahnya…Trisakti dan Semanggi,” Fahri membeberkan.

Senada, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga mendesak agar kasus ini diinvestigasi secara menyeluruh. Bahkan, Fadli langsung mengecek peluru yang dipakai oleh aparat. “Ditemukan ratusan selongsong peluru, diantaranya diduga peluru tajam. Saya minta untuk diinventarisir dan dilaporkan,” ujar Fadli.

Tak itu saja,  dalam lawatannya ke Petamburan, Fadli juga menunjukan peluru yang didapatkan oleh para warga. “Ini ratusan selongsong peluru yang dikumpulkan warga Petamburan atas peristiwa dinihari,” bebernya.

Sementara, Polda Metro Jaya menegaskan tak ada penggunaan peluru tajam untuk membubarkan massa. “Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (22/5/2019).

Argo mengatakan, selama pengamanan tersebut, semua personel tidak menggunakan peluru tajam yang dapat melukai massa. Argo membantah video yang tersebar itu. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini