telusur.co.id – Tudingan PDIP soal banyaknya C1 plano yang hilang di PPK Tambun Selatan dan dicurigai PKS sebagai pelakunya, dibantah keras Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh.

Muhammad Nuh mengatakan, sama sekali tidak keberatan dengan C1 plano di tempat penghitungan suara (TPS). Dia juga menemukan penggelembungan suara di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.

“PKS tidak keberatan dengan pembukaan C1 plano TPS, kita siap membuktikan siapa yang curang sebenarnya, termasuk untuk Kelurahan Jatimulya kita temukan penggelembungan 6 ribu suara lebih untuk partai tertentu. Kita juga minta agar itu direkap ulang,” katanya kepada telusur.co.id, Minggu (12/5).

Nuh menegaskan, dugaan penggelembungan suara yang dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman agar tidak menjadi kekisruhan akibat hal tersebut.

“Jangan bermain-main dengan opini yang tidak berdasar,” tukasnya.

Sebelumnya, Soleman mengklaim menemukan ratusan C1 Plano yang hilang di wilayah Kecamatan Tambun Selatan.

“Kemarin di TPS 18 Mangunjaya DPTnya 210 suara yang masuk 316, lalu ditemukan juga di TPS 4 C1 planonya yang hilang dan disitu suara PKS menggelembung 88 suara,” kata Soleman, disela-sela rapat pleno penghitungan ulang yang digelar PPK dan KPUD di GOR Tambun Selatan, Sabtu (11/5).

Begitu juga suara Partai Demokrat, tadinya 41 menjadi 1. Artinya, suara Partai Demokrat hilang 40. Lalu hari ini TPS 87 C1 plano hologramnya hilang, lalu TPS 75 C1 plano hilang dan C1 hologramnya hilang,” tegasnya.

Soleman menduga ada penggelembungan suara, dan suara tersebut masuk ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Diduga penggelembungan PKS itu seperti itu, setiap C1 plano dan hologramnya hilang PKS tinggi suaranya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Syaiful Bahri mengaku belum menerima laporan terkait adanya dugaan penggelembungan suara di wilayah PPK Tambun Selatan.

“Karena rekapitulasinya belum selesai, jadi saya belum mendapat laporan dari masing-masing perhitungan itu seperti apa, dan harus dilihat secara keseluruhan,” ujarnya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini