Novel Bamukmin (Istimewa)

telusur.co.id – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan, bahwa ada “setan gundul” yang memberi informasi sesat ke capres Prabowo Subianto jika dia menang Pilpres 2019 dengan meraih 62 persen suara.

Menanggapi pernyataan tersebut, Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, Andi Arief harus diperiksa untuk memastikan apakah pernyataan setan gundul itu disampaikan dalam kondisi sadar atau dalam pengaruh narkoba. Pasalnya, Ia menyebut Andi Arief pernah terjerat kasus narkoba, sehingga omongannya tidak bisa dipegang.

“Andi Arief ini harus diperiksa atas ucapannya ini. Saya duga dia mungkin lagi sakau karena kan pernah terlibat narkoba. Jadi gimana bisa dipegang omongannya bagi orang yang pernah tertangkap kasus narkoba,” kata Novel saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/19).

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menambahkan, jika ucapan itu disampaikan Andi Arief dalam kondisi sadar, maka yang bersangkutan bisa dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian.

“Kalau dalam keadaan sadar dan jelas tujuannya kepada siapa setan gundul itu diarahkan, maka silahkan laporkan Andi Arief atas ujaran kebencian, serta penghinaan dan penghasutan,” tegas Novel.

Sebelumnya, Andi Arief menyebut ada kelompok ‘setan gundul’ di kubu Prabowo-Sandi. Kelompok tersebut, kata Andi, telah menjerumuskan Prabowo dengan informasi sesat bahwa paslon 02 memenangi Pilpres 2019 dengan meraih 62 persen suara.

“Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen,” tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_ Senin (6/5/19). (Fhr)

Like :
BACA JUGA :  Ketua KPU Bantah Ocehan Andi Arief Soal Dijanjikan Sesuatu

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini