telusur.co.id – Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, penyebabk jebloknya perolehan suara partainya pada pemilu 2019, karena dualisme yang berkepanjangan.

“Iya karena itu penyebabnya,” ujar Inas kepada awak media, Rabu, (29/5/19).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menilai, seharusnya Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto menjadi penengah dari dualisme Hanura.

“Karena memang ketika kubu sebelah bertanya untuk memilih siapa pada pemilu 2019 dibebaskan oleh Wiranto. Pada akhirnya mereka memilih Prabowo dan Gerindra,” kata Inas.

Seharusnya, lanjut Inas, Wiranto bisa memberikan penegasan kepada kader saat itu untuk memilih Hanura yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO).

BACA JUGA :  Hanura Ancam Laporkan Komisioner KPU ke DKPP dan Polri

“Padahal harusnya dia meminta mendukung Hanura yang dipimpin oleh Pak OSO,” kecewa Inas.

Dengan kondisi demikian, Inas mengungkapkan, kedepan Hanura di bawah pimpinan OSO kan berganti nama partai. Hal ini menjadi langkah membenahi partai selepas pemilu.

“Kita akan mencoba ganti nama partai, dengan ini infrastruktur partai ke bawah akan milik partai dengan nama baru itu. Jadi misalnya ada yang mau make nama hanura untuk ikut serta pemilu tidak akan bisa,” papar Inas.

Meski demikian, Inas masih enggan memberitahukan, nama baru dari patrai Hanura tersebut. Inas juga masih belum mengetahui kapan waktu untuk meluncurkan nama baru partai Hanura.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini