telusur.co.id – Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usni Hasanudin prihatin sekaligus sedih dengan menurunnya suara partai di pemilu serentak 2019.

Posisi PPP pasca Pemilu dan melihat hasil penghitungan yang sudah diselesaikan di tingkat Kabupate/Kota sepatutnya menjadi perhatian seluruh elemen partai.

Trend perolehan suara PPP sangat terlihat menurun di setiap daerah pemilihan, hal ini sepatutnya dijadikan warning bagi DPP PPP, bukan dengan melakukan manuver yang justru membuat orang merasa tidak empati seperti Muktamar dan posisi menteri.

“Entah sadar atau tidak apa yang mereka suarakan baik soal Muktamar dan posisi menteri sangat memperlihatkan kapasitas dan orientasi politik sebahagian pengurus yang sangat pragmatis di tengah perolehan suara PPP yang sangat menghawatirkan bahkan memiliki potensi tidak lolos PT 4 persen,” kritik Usni, Sabtu.

BACA JUGA :  Fraksi PPP MPR Duga Isu SARA Tetap 'Kencang' di Pilpres 2019

Dibeberkan dia, meskipun dibeberapa dapil berpotensi mendapatkan kursi kembali, namun yang harus diperhatikan, potensi tersebut diiringi dengan penurunan raihan suara.

Seperti dibeberapa dapil di Jawa Barat, Jabar V dan X misalnya meskipun potensi dapat kursi akan tetapi suara mengalami penurunan yang sangat signifikan, kondisi seperti ini bukan menguntungkan justru sangat merugikan PPP, hal serupa juga terjadi di Dapil-dapil lain.

“Belum lagi yang semula di tahun 2014 mendapat kursi, tapi di 2019 tidak lagi memenuhi suara untuk mendapat kursi secara otomatis perolehan suara PPP juga turun.”

BACA JUGA :  Tentukan Cawapres, PPP Akan Gelar Munas Alim Ulama

Bahkan, di DKI mengalami penurunan sangat menghawatirkan belum lagi daerah-daerah yang sebelumnya raihan di atas 50.000 kini jauh di bawah PSI pendatang baru. Di sisi lain PT naik menjadi 4%. Bukan menakuti, meskipun di dapil dapat kursi belum tentu dapat lolos PT.

Sebaiknya sebelum penetapan ada langkah rekonsiliasi secara utuh di internal PPP. Ini sangat penting dilakukan untuk menjaga soliditas partai dalam menghadapi kemungkinan terburuk saat penetapan PT.

“Kalau memang tidak berkeinginan untuk melakukan rekonsiliasi nasional, PPP Khittah dan elemen kader muda PPP harus menginisiasi rekonsiliasi nasional ini. Dalam perpecahan jangan-jangan pernah berharap hasil maksimal,” tuntasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini