Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani memilih bertahan di rumahnya meski air menggenangi pemukimannya. Foto ;telusur.co.id

telusur.co.id- Ratusan rumah di Desa Sukamulya dan Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, terendam banjir. Air menggenangi pemukiman bukan hanya disebabkan intensitas hujan yang tinggi, melainkan karena luapan Kali Cikarang.

Ratusan kepala keluarga yang ada di dua desa tersebut memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka menganggap kalau banjir akan surut, meski saat ini banjir juga sudah menggenangi ruas Jalan Raya Pilar Sukatani.

Dari pantauan telusur.co.id, Minggu (11/5/2019), ketinggian air yang merendam dua desa itu bervariasi. Mulai dari semata kaki hingga setinggi sekitar 50 sentimeter.

Karsan, warga Desa Sukamanah mengatakan, kalau banjir yang menggenangi desanya disebabkan luapan Kali Cikarang. Ia meminta agar pemerintah daerah dan pihak terkait bertanggungjawab atas bencana tersebut.

“Kami minta kepada pemda dan juga PJT II untuk ikut bertanggungjawab terhadap dampak luapan kali ini yang membuat rumah kami kebanjiran,” katanya.

Karsan menduga kalau luapan Kali Cikarang sengaja dilakukan. Karena dari informasi yang ia dapatkan, pemerintah daerah berupaya mengusir warga yang tinggal di bantaran Kali Cikarang agar perluasan Jalan Raya Pilar Sukatani bisa dilakukan.

“Ini seolah ada pembiaran dan seolah disengaja, air dialirkan sebanyak-banyaknya agar warga yang mempunyai rumah di bantaran Kali Cikarang pindah ke lokasi lain, tapi persoalannya rumah kami berdiri di atas tanah milik, juga jadi korban luapan kali ini hingga banjir ke dalam rumah kami,” ungkapnya.

Sementara itu, H Awih Kusbini, warga Sukamulya menganggap kalau banjir di wilayahnya bukan hanya disebabkan luapan Kali Cikarang, tetapi juga karena drainase yang tidak berfungsi.

“Sampahnya sering menumpuk akibatnya musim hujan jadi banjir,” katanya.

Menurut Awih, sebelum terjadi banjir, Kali Cikarang yang melintasi wilayahnya sudah mengalami pendangkalan. Sehingga ketika debit air meningkat dan hujan turun, Kali Cikarang meluap dan membanjiri pemukiman.

Kondisi itu diperparah dengan rendahnya bantaran Kali Cikarang di wilayah Sukatani. Kata Awih, hal itu disebabkan banyaknya hunian yang berdiri di bantaran kali sehingga mengakibatkan pengikisan.

“Setiap minggu kita dibantu warga mengadakan goloran dan terus meninggikan bantalan Kali Cikarang dengan menggunakan karung yang diisi pasir sekaligus bisa menahan laju air yang meluap ke rumah warga,” ujarnya.

Selain membendung luapan air Kali Cikarang, sambung Awih, pihaknya juga berkoordinasi dengan PJT II. Namun tetap saja, air terus meluap dan membanjiri pemukiman.

Satu-satunya jalan, kata Awih Kusbini, agar Kali Cikarang tidak meluap dan membanjiri pemukiman warga, PJT II harus melakukan pengerukan. “Saat ini Kali Cikarang sudah mengalami pendangkalan, sehingga harus dikeruk,” imbuhnya. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini