Lapas Klas II A, Samarinda / Net

telusur.co.id – Tindakan Kepala Lapas Klas II A, Kota Samarinda, M. Ikhsan yang menyuruh dua tahanan pendamping (tamping) memperbaiki pintu rumah pribadinya, mendapat kecaman dari Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Menurut Sahroni, pengkaryaaan tahanan tidak dibenarkan dilakukan untuk kepentingan pribadi di luar lokasi Lapas ataupun Rutan.

“Kesalahan pertama dilakukan Kalapas Klas II A Kota Samarinda adalah pengkaryaan sejumlah tahanan untuk memperbaiki pintu kediaman pribadinya. Tak ada aturan yang memperbolehkan tahanan melakukan pekerjaannya di luar lokasi penahanan,” kata Sahroni saat dihubungi, Senin (13/5/19).

Kesalahan berikutnya, lanjut politikus Partai NasDem itu, adalah membiarkan para narapidana keluar tahanan tanpa pengawalan khusus. Hal ini ditekankannya dapat berakibat fatal dengan resiko terburuk tahanan dapat melarikan diri.

Fakta berikutnya yang menjadi catatan buruk Kalapas adalah dengan sengaja ataupun tidak menjadikan rumahnya sebagai lokasi narapidana mengkonsumsi narkoba.

“Kepemilikan sabu-sabu hingga pengakuan dikonsumsinya barang haram itu oleh kedua tamping di rumah pribadi Kalapas merupakan tamparan keras ke Ditjen Lapas. Patut dicurigai mengenai adanya pembiaran terjadinya transaksi narkoba melibatkan kedua tamping tersebut,” kata Sahroni.

BACA JUGA :  Soal Kelaparan, Pemerintah di Minta Evaluasi Anggaran Papua

Sejauh mana peran atau fasilitas diberikan Kalapas maupun sipir di Lapas Klas II A Kota Samarinda harus ditelusuri lebih dalam oleh penegak hukum. Atas hal itu, dirinya meminta Ditjen PAS untuk mencopot Ikhsan dari jabatanya.

“Ditjen PAS harus menonaktifkan Kalapas itu atas rangkaian kesalahan fatal dibuatnya,” kata Sahroni.

Sebelumnya dua orang tamping Lapas Klas IIA, Kota Samarinda, Hendri Wahyudi dan Husni diamankan jajaran Satreskoba Polresta Samarinda atas dugaan mengkonsumsi sabu-sabu.

Zat terlarang golongan 1 tersebut diakui kedua narapidana kasus narkoba ini dikonsumsi di rumah pribadi Kepala Lapas Klas II A, Kota Samarinda.

Hendry mengaku ia bersama Husni dan dua narapidana lainnya diperintahkan petugas Lapas membantu memperbaiki pintu rumah pribadi Kalapas Klas IIA Samarinda pada Selasa 7 Mei 2019. Menggunakan mobil ambulans Keempat napi keluar tahanan dikawal tiga orang sipir.

BACA JUGA :  Mendagri, BNPP Dan DKPP Rapat Bersama Komisi II DPR Bahas Anggaran 2020

Sore hari setelah aktivitas memperbaiki pintu di rumah yang Kalapas Klas IIA Samarinda, di jalan Labu Putih, Perum Bengkuring, Kota Samarinda, selesai, Hendri dan Husni meminta izin membuang sampah di halaman belakang rumah Kalapas.

Di belakang, keduanya menghisap satu paket sabu hasil pembelian dari rekannya yang mendatangi lokasi. Saat perjalanan pulang ke Lapas keempat tahanan dipisahkan dalam dua kendaraan. Hendri dan Husni menumpang ambulans dengan kawalan satu orang sipir.

Sementara dua tahanan lainnya dibawa kembali ke Lapas menggunakan mobil dengan kawalan dua sipir. Di perjalanan, ambulans ditumpangi kedua tersangka dihentikan anggota Satreskoba Polresta Samarinda. Hasil penggeledahan, di saku celana Hendri ditemukan masing 1 pipet kaca berisi sabu, korek gas, alat hisap dan telepon seluler.

Hingga kini Jajaran Satreskoba Polresta Samarinda, masih mendalami dugaan keterlibatan sipir dan Kalapas dalam kasus ini. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini