Sekretaris Jenderal (ASPEK), Sabda Pranawa Djati. / Net

telusur.co.id – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) menganggap, pemerintahan Jokowi belum sepenuhnya mengimplementasikan mandat dari pasal 27 Undang – undang Dasar (UUD) 1945.

Sekretaris Jenderal (ASPEK), Sabda Pranawa Djati mengenaskan, setiap warga negara itu berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

“Namun, faktanya sampai saat ini kita masih terus melakukan perlawanan dan berjuang lantaran kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah masih jauh dari harapan,” ujar dia yang disampaikan dalam sebuah video bertema ‘Gerakan Buruh May Day Quo Vadis’ yang dipandu oleh Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatullah. Video ini dibuat untuk memperingati Hari Buruh atau ‘May Day’, Rabu, (1/5/19).

BACA JUGA :  May Day 2019 akan Dipusatkan di Tenis Indoor Senayan

Menurut Sabda, ketidak berpihakan Jokowi kepada buruh, dapat terlihat dari sejumlah kebijakan mulai dari PP Nomor 78 Tahun 2015, tentang upah pekerja permenaker No 36/2016 tentang Pemagangan di Dalam Negeri hingga sistem kerja kontrak.

Dalam perbincangan itu juga dihadiri Sekjen Orkestra Ahmad Ismail dan Ismet Inoni kepala departemen organisasi DPP GSBI.

Ismet mengamini apa yang disampaikan Sabda. Menurut dia, kepedulian Jokowi terhadap buruh dan pekerja masih sangat kecil.

Ismet juga menyoroti permanker nomor 36 tahun 2016 tentang permagangan di dalam negeri Bagi Ismed peraturan tersebut menjadi celah agar perusahaan dapat membayar buruh dengan murah.

BACA JUGA :  May Day 2019, FSPASI Sebut Pemerintah Jokowi Gagal Sejahterakan Buruh

“Ini adalah skema politik upah murah tapi pemerintah tidak memberikan respon baik. Jadi saya katakan kepedulian presiden Jokowi terhadap buruh masih sangat kecil khusus pada ‘may day’ ini,” ujar dia. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini