Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin/Foto: telusur.co.id

telusur.co.id- Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, ada upaya kriminalisasi yang dilakukan terhadap Ustaz Bachtiar Nasir (UBN).

Menurutnya, kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang menjerat Bavhtiar Nasir merupakan kasus lama.

Novel menjelaskan, kasus TPPU YKUS muncul sejak Aksi Bela Islam 212 pada 2016 lalu, dimana ada upaya mengkriminalisasi ulama yang terlibat dalam Aksi 212. Saat itu, lanjutnya, Bachtiar menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

“Wah kasus lama tuh waktu upaya kriminalisasi ulama di awal-awal Aksi Bela Islam, tepatnya Aksi Bela Islam 212 tahun 2016, yang ketika itu UBN menjadi Ketua GNPF MUI yang memang membuka rekening untuk terselenggaranya Aksi 212, dan itu pun sudah selesai diperiksa,” kata Novel saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/19).

BACA JUGA :  Prabowo: Kami Berkeyakinan Saudara UBN Tidak Bersalah Sama Sekali

Karenanya, menurut tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini, dengan mengangkat kasus lama tersebut, ada upaya untuk kembali mengkriminalisasi ulama. Ia menduga, penetapan Bachtiar sebagai tersangka di kasus TPPU YKUS juga sarat muatan politik.

“Ini upaya kriminalisasi ulama lanjutan yang sangat kental dengan kepentingan politik yang saat ini sedang sangat memanas dan sangat membahayakan keutuhan bangsa, dan akan semakin bisa memicu people power,” ujarnya.

Dugaan adanya muatan politik, dikaitkan Habib Novel dengan Ijtima Ulama III dan ceramah Bachtiar yang mengajak umat untuk melawan berbagai kecurangan di Pilpres 2019.

Diketahui, Bachtiar merupakan panitia pengarah Ijtima Ulama III dan menjadi salah satu tokoh yang menandatangani lima rekomendasi Ijtima Ulama III terkait Pilpres 2019, dimana salah satu poinnya mendesak KPU dan Bawaslu untuk mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Ustaz Bachtiar Nasir Bermuatan Politis

“Ini diduga dampak dari UBN ikut menandatangani Ijtima Ulama III dan ceramahnya beberapa hari yang mengajak berjihad melawan kecurangan dan kejahatan pemilu,” ungkap Habib Novel.

Seperti diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) YKUS. Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bachtiar Nasir di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, pada Rabu (8/5/2019),

Hal tersebut tertuang dalam surat panggilan pemeriksaan yang diterbitkan Dit Tipideksus Bareskrim Polri dengan Nomor S. Pgl/ 1212/V/RES.2.3/2019/ Dit Tipideksus tertanggal 3 Mei 2019. Dalam surat itu, Bachtiar diminta memenuhi panggilan pukul 10.00 WIB. Surat panggilan tersebut ditandatangani Dirtipideksus Brigjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini